IST Annuqayah-Universitas Paramadina Gelar Pesantren Camp Anti-Ekstremisme

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sumenep/GULUK-GULUK-Pemuda menjadi kelompok yang paling rentan direkrut oleh kaum ekstremis-teroris berbasis agama. Selain fase usia mereka yang biasanya mengalami krisis identitas dan pencarian diri, pemuda juga cenderung memiliki semangat yang tinggi. Karena itu, penting sekali membentengi kalangan pemuda dengan pemahaman keagamaan yang benar.

Demikian yang disampaikan oleh Dr. Phil. Suratno, M.A., ketua The Lead Institute Universitas Paramadina Jakarta dalam acara Pesantren Camp 2020 di Pondok Pesantren Annuqayah bertema “Pemuda, Internet Sehat, dan Anti-Ekstremisme”. Acara yang dilaksanakan oleh The Lead Institute Universitas Paramadina Jakarta bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah ini dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad, 18-19 Januari yang lalu, bertempat di kompleks Madaris III Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Acara ini diikuti oleh 60 siswa setingkat SMA/MA/SMK dari beberapa sekolah di Kabupaten Sumenep.

Untuk mencegah dari paparan ekstremisme-terorisme ini, dalam acara ini peserta mendapatkan materi tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin, ekstremisme di Indonesia, pemuda sebagai agen perubahan, dan juga internet sehat. Kerentanan pemuda dari ekstremisme-terorisme ini di antaranya juga terkait dengan fakta bahwa pemuda adalah pengakses internet terbanyak di Indonesia.

“Melalui internet, kalangan pemuda dapat direkrut dengan cepat oleh kaum ekstremis,” kata Suratno yang menamatkan S-3-nya di Frankfurt, Jerman dengan disertasi tentang antropologi taubat.

Pemahaman keagamaan kalangan pemuda yang kurang baik perlu terus diasah, karena jika tidak,mereka akan belajar agama dari sumber-sumber di internet yang dapat mengarah pada ekstremisme.

“Pemahaman keislaman ala pesantren menyuarakan Islam yang toleran dan rahmatan lil ‘alamin. Hanya saja, suara kaum santri di internet masih kurang,” kata Dr. Ach. Maimun, M.Ag., salah satu narasumber yang merupakan Direktur Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah.

  1. Mushthafa, koordinator kegiatan yang juga Wakil Rektor I IST Annuqayah menyampaikan, kegiatan ini sangat penting dan sesuai dengan agenda kerja Pesantren Annuqayah saat ini yang ingin membekali santrinya dengan literasi digital.

Selain itu, Rektor IST Annuqayah berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan yang lebih luas bagi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Diharapkan, peserta kegiatan ini dapat menjadi duta internet sehat yang secara positif dapat mendorong partisipasi kaum muda pada pembangunan bangsa,” kata H. Mohamad Hosnan, di sela-sela kegiatan. (pai/adv)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *