Izin Dinilai Tidak Lengkap, Warga Banyuates Tolak Pembangunan Tower

  • Whatsapp
(JAMALUDDIN) DITOLAK: Pembangunan tower di Kabupaten Sampang sempat ditolak oleh warga setempat.

Kabarmadura.id/Sampang/BANYUATES-Pembangunan menara telekomunikasi di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, mendapat penolakan dari warga setempat. Hal itu lantaran PT Centratama Media Telekomunikasi (CMT), selaku perusahaan yang akan membangun menara tersebut, tidak melalukan koordinasi dengan warga setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPMPTSP) Sampang Moh. Saudi Asyikin mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari lembaga masyarakat yang disertai dengan surat pernyataan dari sejumlah warga yang menolak adanya pembangunan menara atau tower di desa tersebut.

Penolakan adanya pembangunan menara di lokasi itu, lantaran hingga kini pembangunan menara belum memiliki izin. Ditambah pihak perusahaan juga belum memberikan komitmen terkait dengan jaminan keamanan bagi warga yang tinggal di sekitar menara.

“Ada sekitar tujuh warga setempat yang menandatangani surat peryataan (penolakan, red) itu,” ungkapnya, Minggu (29/3/2020).

Pihaknya mengatakan, saat ini izin mendirikan bangunan (IMB) tower telekomunikasi di lokasi tersebut, sudah diajukan oleh PT CMT, namun belum selesai.

Pihaknya mengaku, masih menunggu izin rata ruang (ITR), izin upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL), dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) dan dinas lingkungan hidup (DLH) Sampang, untuk menyelesaikan IMB tersebut.

“Perizinan sudah diajukan, namum masih dalam proses,” ungkapnya

Sementara itu, Tim Perizinan PT CMT Indonesia Ardian mengatakan, dampak dari penolakan warga, pihaknya melakukan pengajuan perizinan terkait pembangunan menara atau tower telekomunikasi di lokasi ke DPMPTSP Sampang.

Tidak hanya itu, sebelum melakukan pembangunan menara, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan kepala desa (Kades) dan juga warga setempat. Bahkan diungkapkan olehnya, PT CMT Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan kompensasi kepada warga yang tinggal di sekitar menara.

“Ada tim khusus yang nantinya akan melakukan komunikasi dengan warga terkait kompensasi dan semacamnya,” tutupnya. (mal/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *