Izin Lingkungan Masih Diurus, Aktivitas Menambang Jalan Terus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH. ROYCHAN FAJAR) TIMBUN RUPIAH: Kendati sudah mulai mengurus izin, tambang galian C sejatinya belum diperkenankan menjalankan aktivitas penambangan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG/SUMENEP-Mayoritas tambang jenis galian C Sampang yang ilegal, belum mengurus upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL-UKL).

UKL-UPL menja langkah awal, karena urus dan terbitkan oleh pemkab, setelahnya jakan rekomendasi untuk mengurus izin usaha pertambangn (IUP) dari Bagian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Terdapat 25 aktivitas pertambangan  Sampang. Namun pada tahun 2021, berdasarkan informasi yang didapat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, ada penambahan dua lokasi, sehingga jumlahnya sebanyak 27 lokasi. Dari jumlah tersebut, baru 10 lokasi yang sudah mengurus izin lingkungan.

Kabid Penataan dan Pengelolaan Lingkungan (PPL) DLH Sampang, Moh. Zainullah mengatakan, galian C yang sudah mengurus izin lingkungan hanya 10 lokasi. Namun jumlah tersebut tidak bisa dipastikan mengantongi izin produksi.

UKL-UPL itu hanya sebagai izin lingkungan, sehingga izin produksinya harus ajukan ke Bagian ESDM Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang dapat DLH Sampang, dari 10 yang sudah mengurus izin lingkungan, baru 6 lokasi yang sudah punya izin IUP.

“Galian C  Sampang ini sekitar 27 lokasi. Namun yang mengurus dokumen UPL dan UKL hanya 10, dari 10 ini hanya 6 yang ngurus IUP-nya. Dan izin lingkungan ini penting untuk mengetahui layak tidaknya loksi itu,” tuturnya, Senin (29/3/2021).

10 lokasi penambangan yang mengurus izin lingkungan antara lain, 1 lokasi  Kecamatan Sampang, 1 lokasi  Desa Dharma Camplong, 1 lokasi  Desa Gunung Maddah, 1 lokasi  Desa Pangelen, 1 lokasi  Desa Kanjer Kecamatan Torjun, 1 lokasi Desa Kota Kecamatan Jrengik, 1 lokasi  Desa Komis Kecamatan Kedungdung, 1 lokasi Desa Keramat Kecamatan Kedungdung, 1 lokasi  Desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang, 1 lokasi  Desa Montro Kecamatan Banyuates, 1 lokasi  Desa Morbatoh Kecamatan Banyuates.

“Untuk yang ilegal kami tidak hafal, cuma semuanya sudah kami imbau, tetapi tetap saja,” pungkasnya.

Sementara tambang galian C di Sumenep yang berlangsung secara massif selama bertahun-tahun, adalah di perbukitan Desa Kasengan, Manding, Sumenep.

Di lokasi itu sudah ada lubang menganga bekas galian C dan sudah lama menjadi horor bagi penduduk setempat, terutama bagi warga yang tinggal tepat di bawah bukit yang sudah dikeruk tersebut. Di musim hujan, mereka khawatir bukit tersebut akan longsor dan menimbun pemukiman.

Bentuk kehawatiran ini dituturkan oleh Amar, seorang pria yang sudah lebih 30 tahun bertempat tinggal di bawah bukit galian C tersebut. Amar mengaku sudah sudah mengalami kehawatiran itu dari dulu.

“Tapi kita rakyat kecil, tidak punya kekuatan apa-apa. Sehingga, ketakutan dan kekhawatiran kami ini tak berarti apa-apa juga. Proses penggalian tetap berlangsung. Puluhan truk dulu pulang pergi lewat samping rumah saya ini untuk ngangkut batu,” ungkapnya.

Menurut Amar, dulu penduduk setempat sempat mempersoalkan galian C ini. Terutama para tetangga Amar yang rumahnya tepat berada di bawah bukit. Mereka mempersoalkan, karena takut longsor.

“Selain itu, dulu juga di bagian barat, sempat terjadi tumpahan air dari bukit, karena bukitnya digali habi-habisan,” ungkapnya saat ditemui di belakang rumahnya.

Sayangnya, kekhawatiran tersebut tak ada yang menggubris. Penambangan galian C terus berlanjut, hingga seperempat bukit habis diratakan. Kendati penambangan di belakang rumah Amar saat ini sudah diberhentikan, namun ia tetap merasa khawatir.

Menanggapi hal ini, Plt. Kepala DLH Sumenep Ernawan Utomo mengaku angkat tangan. Karena baginya, persoalan galian C tersebut sudah bukan wewenang kabupaten lagi, tetapi kewenangan pemerintah pusat.

“Jadi kajian lingkungannya itu tidak ada di kami, karena memang sudah menjadi wilayahnya pusat,” ungkapnya. (mal/km62/waw)\

TAMBANG YANG MENGURUS IZIN

  • 10 lokasi mengurus izin lingkungan (UKL UPL)
  • 6 lokasi memiliki IUP dari Pemprov Jatim

10 LOKASI PENAMBANGAN YANG MENGURUS IZIN LINGKUNGAN

Kecamatan Sampang 1 lokasi, Desa Dharma Camplong 1 lokasi, Desa Gunung Maddah 1 lokasi, Desa Pangelen  1 lokasi,  Desa Kanjer Kecamatan Torjun 1 lokasi, Desa Kota Kecamatan Jrengik 1 lokasi, Desa Komis Kecamatan Kedungdung 1 lokasi, Desa Keramat Kecamatan Kedungdung  1 lokasi,  Desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang  1 lokasi,  Desa Montro Kecamatan Banyuates 1 lokasi, Desa Morbatoh Kecamatan Banyuates 1 lokasi

JUMLAH LOKASI TAMBANG GALIAN C

2020: 25 lokasi

2021: 27 lokasi

  • Keseluruhan tidak bisa dipastikan mengantongi izin produksi

Sumber: DLH Sampang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *