Izin Usaha CV Ragil Barep Kamal Bangkalan Sempat Ilegal, Hentikan Suplai Oksigen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) RESMI: Salah satu staf CV Ragil Barep saat melakukan pengecekan tabung oksigen di pabrik produksinya Kecamatan Kamal Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Salah satu perusahaan produsen oksigen di Kabupaten Bangkalan tidak menyuplai oksigen ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Bahkan, pendistribusiannya masih harus melalui distributor yang tersebar hampir di seluruh Madura. Padahal, berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan, izin perusahaan sudah jelas dan layak sesuai aturan.

Direktur CV Ragil Barep Moh Hasan menjelaskan, perusahaannya tidak menyuplai  oksigen lantaran Dinkes tidak lagi mengajukan permintaan rutin. Sebab, untuk memperoleh distribusi oksigen perlu adanya pengajuan diawal. Selain itu, beberapa bulan lalu sempat ramai diperbincangkan mengenai pengurusan izin usaha. Sehingga, pihak dinas tidak lagi memperpanjang permintaan.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak lagi mengirim ke Dinkes, karena tidak ada permintaan. Karena tau, kami tidak berizin, Dinkes tidak lagi memperpanjang kontrak,” ulasnya.

Padahal, Dinkes selalu memenuhi kebutuhan oksigen dari CV Ragil Barep. Sebab, perusahaan tersebut juga menjadi salah satu perusahaan terbesar di Bangkalan. Sehingga setelah kejadian tersebut, hanya melakukan distribusi oksigen ke distributor dan agen di setiap kabupaten.

“Kalau tidak pesan di kami, biasanya harus ke Surabaya. Karena izinnya sudah ada, kami beranikan diri melakukan produksi secara terbuka,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Bangkalan Syahrul menyampaikan, mengenai salah satu perusahaan oksigen di Kamal, CV Ragil Barep memang sempat diberikan peringatan. Sebab, izinnya belum ada. “Saat itu kami peringatkan dan kami minta agar izinnya segera diurus,” responnya.

Setelah peringatan tersebut, pihak perusahaan juga belum bisa melakukan pengurusan. Tetapi, setelah sekitar bulan Mei lalu pihak perusahaan menuntaskan pengurusan izin usaha dan bangunannya. Sehingga, sudah resmi dan dianggap legal. “Sudah diurus, sudah resmi jadi CV dan sudah terdaftar,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *