oleh

Jadi Akses Kendaraan Berat,  Jembatan Barisan Resmi Dioperasikan

Kabarmadura.id/SUMENEP-Jembatan Barisan-Sergang di Desa Manding Daya Kecamatan Manding, Sumenep telah diresmikan pada Senin (17/08/2020). Jembatan ini memiliki peran vital untuk mendukung bidang ekonomi, sosial, budaya serta lingkungan.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, diresmikannya jembatan karena sudah dapat dilewati semua kendaraan. Sehingga, masyarakat harus segera merasakan pembangunan infrastruktur jembatan yang memadai itu.

“Jembatan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan akses transportasi kepada masyarakat yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

Dia berharap, jembatan Barisan-Sergang itu dapat berfungsi sebaik mungkin dan mempunyai peran penting dalam pengembangan kehidupan masyarakat. Terlebih, jembatan itu juga menjadi lalu lintas barang, orang dan jasa, sehingga bisa memperlancar arus distribusi barang yang berefek positif pada pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pendapatan masyarakat

Untuk itulah, Bupati Busyro berharap kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta memelihara jembatan dengan baik, agar keberadaannya bertahan lama.

“Semoga jembatan Barisan-Sergang memberikan manfaat bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Keris itu juga mengucap rasa syukur dan terima kasih atas terbangunnya jembatan yang jadi akses perekonomian warga itu.

“Kami saat ini dapat diberi amanah untuk peresmian Jembatan Barisan. Dengan begitu, mari saling menjaga dan melestarikan jembatan hingga tahan lama,” ujar dia.

Diketahui, jembatan tersebut semula hanya berukuran lebar 4 meter dan panjang 6 meter, tetapi setelah ditingkatkan bangunannya ukurannya bertambah menjadi lebar 8 meter dan panjang 8 meter, termasuk kekuatan daya bebannya juga bertambah.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Eri Susanto mengatakan, jembatan tersebut langsung diresmikan, karena penyerahan berkas dari rekanan sudah dilakukan beberapa hari yang lalu.

“Saat ini sudah mulai dipergunakan. Terlebih bupati Sumenep juga berperan aktif untuk memberikan tanda tangan dalam peresmian yang dilakukan,” paparnya.

Proyek  tersebut menelan anggaran Rp1,9 miliar dengan pagu anggaran senilai Rp2 miliar. Kendati daya bebannya juga ditambah, namun Eri berharap, semua jenis kendaraan bermotor tetap hati-hati dan tidak sering mengangkut muatan terlalu berat.

Jembatan Barisan juga dapat menjadi akses menuju ke Kecamatan Batu Putih, Manding, Dasuk dan lainnya. Selama ini, di jalur tersebut sering dilalui kendaraan roda empat pengangkut bahan material.

Dia mengakui, proses pembangunan 2 jembatan itu super kilat. Sebab, hanya memakan waktu 100 hari kerja. Idealnya pembangunan jembatan itu seharusnya 200 hari kerja. Dalam proses pembangunannya, setidaknya ada enam tiang pancang atau pilar dan satu titik pondasi membelah sungai.

Dalam proses pembangunan itu, Dinas PU Bina Marga Sumenep memiliki tanggung jawab membuat tiang pancang dan setengah badan jembatan.

“Jadi kami buat pondasi dan badan jembatan setengah. Untuk tahap selanjutnya baru menyambungkan badan jembatan,” paparnya.

Dalam peresmian itu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim menandai jembatan Barisan-Sergang dengan menandatangani prasasti dan pengguntingan pita yang didampingi oleh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep. (imd/waw)

 

 

Komentar

News Feed