Jadi Banjir Tahunan, SolusinyaTidak Cukup Diselesaikan Pemkab Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: BPBDBANGKALAN for KM) TERSENDAT: Kemacetan lalu lintas yang terjadi Blega dan Arosbaya, Bangkalan, belum dipastikan usai, karena diprediksi masih ada susulannya.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Menanggapi terjadinya banjir di Kecamatan Blega dam Arosbaya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Moris menuturkan, bencana tahunan ini bukan menjadi persoalan yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan saja.

Terlebih, dua kecamatan di Bangkalan itu menjadi wilayah langganan terdampak banjir saat musim penghujan.

Bacaan Lainnya

“Tetapi harus ada pola-pola berfikir masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi sadar bencana, kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” katanya, Kamis (10/12/2020).

Untuk mnegetahui penyebab banjir di dua kecamatan ini, pihaknya sudah melakukan assesment ke lapangan. Pertama, banjir tersebut akibat kiriman dari hulu. Selain intensitas hujan yang tinggi, juga adanya pohon-pohon yang menjadi resapan air sudah habis.

“Maka dari itu perlu kegiatan-kegiatan penambangan perlu dihentikan. Karena itu akan merubah struktur tanah. Salah satunya ada Kecamatan Kokop,” tegas Rizal.

Dia menjelaskan, dua kecamatan tersebut banyak aliran drainase tidak berfungsi yang juga menjadi penyebab banjir setiap tahun. Sehingga, surutnya air ketika banjirakan semakin lama. Untuk meminimalisir hal tersebut, kata Rizal, harus ada intervensi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait secara teknis.

“Mengenai teknisnya, harus ada kajian khusus yang menangani permasalahan penyebab-penyebab banjir di dua kecamatan tersebut,” terangnya.

Rizal menjelaskan, banjir tersebut terdampak di 10 dusun yang ada di tiga desa di Kecamatan Arosbaya, yakni Desa Buduran, Plakaran dan Arosbaya. Sedangkan Kecamatan Blega, banjir sejak Rabu malam berdampak pada 13 dusun.

Untuk saat ini, dia juga sudah menyiapkan skenario pengungsian jika banjir tersebut masih berlanjut. Hanya saja, ketika patroli di wilayah yang terdampak banjir, masyarakat masih enggan mengungsi. Katanya, masyarakat sudah melakukan persiapan kesiapsiagaan secara mandiri, seperti pengamanan barang-barang berharga.

“Meski kendaraan bisa melintas, tapi kemacetan tetap berlangsung, karena banyaknya kendaraan yang menepi,” tuturnya.

Kemacetan panjang tersebut berlangsung hingga siang hari. Sebab, aktivitas di pasar Blega masih berjalan. Namun, untuk di Kecamatan Arosbaya sudah mulai lancar, karena air mulai surut.

“Petugas gabungan sudah kami terjunkan untuk mengatur lalu lintas,” jelasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *