Jadi Guru Besar Unair, Orasi Ilmiah Disampaikan Achsanul Qosasi Beriring Tangis Haru

(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) TERHARU: AQ sempat berlinang air mata pada penghujung orasi ilmiahnya saat menyinggung peran keluarga dalam setiap karirnya.

KABARMADURA.ID | Prof. Dr. Achsanul Qosasi, S.E., MM., CSFA., CFrA telah resmi menyandang sebagai Guru Besar Kehormatan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Penganugerahan tersebut berlangsung di kampus C Unair Surabaya, Senin (22/2/2022).

Lantaran di tengah wabah Covid-19, acara digelar secara daring dan luring. Sehingga Unair Surabaya sebatas mengundang tamu VIP dan civitas akademika utama.

Putra daerah Madura itu tiba sekitar pukul 07.50 WIB ke lokasi. Figur yang biasa disapa AQ ini datang didampingi istri, Nonny Qosasi, dan putrinya, Annisa Zhafarina. Tidak lama dari itu, undangan VIP, mulai dari tokoh dan pejabat pusat hingga daerah berdatangan.

Bacaan Lainnya

Rektor Unair Surabaya Mohammad Nasih membuka penganugerahan tersebut sembari menguraikan perbedaan antara guru besar kehormatan dengan guru besar.

Dikatakan, guru besar adalah gelar yang disandang seseorang sekaligus  dapat jaminan dari negara. Sedangkan Guru Besar Kehormatan, kehormatannya sudah ada di gelarnya (tidak dijamin negara).

Setelah itu, giliran AQ yang menyampaikan orasi ilmiahnya bertajuk “Kutabung” Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kecil untuk Bertahan Hidup melalui Koperasi sebagai Runah Besar UMKM.

Di ujung orasi, ucapan terima kasih pria asal Sumenep tersebut memantik haru audiens, terutama saat menyinggung soal kepedulian dan pengertian keluarga baginya. Bahkan, suaranya sempat sedikit berubah, karena beriring tangis haru.

Menurutnya, dia merasa memiliki banyak kesibukan lantaran banyak posisi yang ditempati. Tapi tetap mastikan keluarga tetap selalu menjadi prioritas.

AQ juga bersyukur, karena Nonny dan Nisa bukan mengeluhkannya, melainkan memberikan dukungan agar semua kesibukannya bisa membuahkan hasil positif.

“Terima Kasih Nonny dan Nisa sayang, yang telah turut mendukung dan memahami kesibukan saya. Saya tetap berusaha untuk membagi waktu dengan adil untuk kekuarga, saya, dan masyarakat,” tegasnya.

Ucapan tersebut yang membuat seluruh audiens dalam sidang pengukuhan tersebut memberikan tepuk tangan gemuruh. Bahkan, sebagian memberikan standing ovatian sebagai wujud apresiasi tertinggi.

Anggota III BPK RI itu juga tidak melupakan peran semua pihak, selain dukungan emas dari keluarga, dia menyebut satu per satu elemen yang terlibat dan ikut mengantarkannya dianugerahi guru besar kehormatan.

Seusai orasi ilmiah AQ, menurut Rektor Unair Surabaya Prof Nasih dalam sambutannya, gagasan Kutabung bisa diimplementasikan di seluruh Indonesia.

Setelah acara ditutup, sejumlah tamu secara bergiliran memberikan selamat kepada AQ dan Nonny, mulai dari civitas akademika Unair Surabaya hingga tamu VIP.

Reporter: Syahid Mujthidy

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.