Jadi Temuan BPK, Dinkes Bangkalan Janji Perketat Pengawasan Program Fisik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIANGGAP WAJAR: Komisi D DPRD Bangkalan, memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) tentang kurangnya volume pada pembangunan Puskesmas Konang.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pembangunan Puskesmas Konang Kabupaten Bangkalan, tidak sesuai ketentuan. Terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp78.757.186. Hasil tersebut, merupakan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Achmad Hariyanto, Kamis (17/6/2021).

Dia mengaku, sudah memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai leading sektor dari proyek pembangunan puskesmas. Hasilnya, sudah mengembalikan anggaran dari adanya kekurangan volume tersebut. Hanya saja, belum mengetahui secara pasti terjadinya kekurangan volume pada pekerjaan fisik. Baik dari rencana anggaran biaya maupun sistem yang eror.

Bacaan Lainnya

“Jadi temuan kekurangan volume ini hanya 1 persen. Tapi, besar kecilnya temuan anggaran ini tetap tidak dibenarkan secara hukum. Karena dana yang digunakan merupakan anggaran negara. Jika dinilai, A tapi tidak plus, B plus lah. Karena hanya 1 persen temuannya,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil koordinasi dengan Dinkes diketahui pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, PT Rimba Raya Mandiri. Bahkan, pihak rekanan telah mengembalikan anggaran kekurangan volume sebesar Rp78 juta yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). “Kami akan membangun sinergi yang sepaham dalam kegiatan cek fisik ini, mulai dari konsultan, penyelenggara dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan, untuk seluruh OPD agar memperketat pengawasan terhadap kegiatan fisik. Terutama mengenai, laporan bilamana  kegiatan fisik berlangsung. Sehingga, kedepan tidak lagi ada temuan kekurangan pada program kegiatan fisik. “Kami sudah melakukan sidak mulai pengerjaan 25 persen, 50 persen sampai 75 persen. Bagi saya, 1 persen itu temuan wajar, tapi lebih wajar kalau zero persen,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengaku, sudah menyelesaikan langkah adanya temuan tersebut. Yakni, sudah menerima pengembalian anggaran dari pihak ketiga. Menurutnya, dari seluruh pembangunan puskesmas, hanya satu puskesmas yang menjadi temuan BPK RI. “Jadi, hanya Puskesmas Konang yang menjadi temuan, lainnya alhamdulillah tidak ada temuan,” responnya.

Berdasarkan hasil evaluasinya, temuan di Puskesmas Konang hanya 1 persen dari total temuan dengan anggaran Rp1,3 miliar. Kedepan, pihaknya berjanji akan menguatkan perencanaan kegiatan fisik dan pengawasan. “Jadi siapapun pemenangnya, kami pilih tender yang benar-benar independen, kredibel dan profesional,” janjinya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *