oleh

Jadi Tersangka Kasus Pungli, ASN Terancam Diberhentikan secara Permanen

Kabarmadura.id/Sumenep-Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli) di Pasar Lenteng berpotensi untuk diberhentikan sebagai ASN. Namun, inspektorat masih menunggu keputusan dari pengadilan.

Kepala Inspektorat Sumenep Titik Suryati mengatakan, ASN tersebut sudah dtetapkan sebagai tersangka. Nantinya kalau sudah divonis bersalah dan ingkrah mempunyai ketetapan hukum tetap,maka akan ada sanksi dari inspektorat.

“Jika divonis hukuman lebih dari dua tahun bisa jadi diberhentikan,” katanya, Rabu (1/7/2020).

Diketahui, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara jo Pasal 250 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, pada pasal 87 ayat (4) UU tersebut, setiap ASN yang melakukan kejahatan dalam jabatan dan atau kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan yakni kejahatan luar biasa seperti tindak pidana korupsi, terorisme, dan penggunaan narkotika, maka dapat diberhentikan secara tak hormat.

Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin ASN disebutkan, ASN dilarang melakukan kesalahan berat seperti menyalahgunakan wewenangnya.

“Tetapi, kan masih praduga tak bersalah dan belum ingkrah dari pengadilan. Maka tunggu dulu ya,” ujarnya.

Kapolres Sumenep, AKBP Darman menyampaikan, ditetapkannya sebagai tersangka karena ada bukti yang jelas. Pihaknya telah mengamankan senilai Rp17,3 uta dan bukti lainnya.

“Kami telah menetapkan tiga tersangka, berinisial MS merupakan ASN, dan dua PHL yang berinisial SBH dan J,” ujarnya.

Rincian jumlah uang yang diamankan berinisial SBH sebesar Rp10 juta dan dari tersangka berinisial J sebesar Rp5,3 juta dan dari pedagang Rp2 juta.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep sangat geram mendengar pungli yang dilakukan oleh ASN. Bahkan dirinya ada di garda terdepan untuk segera mengusut tuntas persoalan tersebut.

“Agar tidak mejalar ke mana-mana, polisi harus mengusut tuntas,” ujarnya.

Dia meminta agar polres cepat menindaklanjuti kasus pungutan liar yang dilakukan oleh oknum ASN di Pasar Lenteng. Sebab, ASN yang harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat malah berulah. “ASN kan sudah digaji. Masak masih menindas rakyat kecil,” tegasnya.

Jika perlu, menurutnya, sebisa mungkin diberhentikan secara tidak terhormat. Agar jera dan merasakan apa yang telah diperbuat.

“Kami sangat kecewa dengan kejadian ini. Sebab, ASN tersebut sangat tidak layak dan tamak dalam mengumpulkan harta,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed