oleh

Jadikan Menulis Sebagai Sebuah Ritual Wajib

Kabarmadura.id/SUMENEP- Moh Azizi, merupakan salah satu penulis muda bertalenta binaan Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah. Kini, namanya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat atau dunia literasi, bahkan di kancah nasional.

Memiliki nama pena Azizi Sulung, penulis kreatif ini sudah menekuni dunia literasi sejak masih sangat muda. Bahkan semasa menjadi siswa, puluhan tulisannya sudah tersebar ke berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

“Saya menjalani proses menulis atau menekuni kreativitas ini, tidak terlalu muluk. Ya sejauh ini saya baca, saya nulis. Jadi apa yang saya baca, itu saya tulis. Tapi intinya, menulis bagi saya sudah sama halnya dengan ritual. Jadi kalau sehari saja saya lepas dari aktivitas ini, berarti saya sudah mengurangi ritual saya,” ungkapnya, Kamis (10/9/2020).

Pada tahun 2011, dia berhasil menerbitkan buku perdana berjudul  Malapetaka Terencana. Dari buku itu, lahirlah puluhan buku dengan beragam judul dari tangan dingin Azizi. Dia termasuk penulis yang multitalenta, sebab selain menulis puisi, dia juga menulis cerpen, resensi, dan esai.

Selain karya, prestasi-prestasi yang telah diperoleh melalui dunia kepenulisan tidak bisa dihitung dengan jumlah jari. Berbagai prestasi, baik tingkat lokal maupun nasional sudah dia genggam, salah satunya juara 2 menulis “Surat Cinta untuk Jokowi” pada tahun 2018 lalu.

Meskipun namanya sudah melambung ke level nasional, Azizi tetap tidak bisa lepas dari lakon pengabdian di pesantren yang telah membesarkan namanya. Selain berstatus sebagai pendidik, dia tetap telaten merawat dan menularkan minat literasi.

“Untuk saat ini, saya tidak berproses di komunitas. Saya sebagai pustakawan saja di MTs I Annuqayah. Jadi saya bergerak di perpustakaan saja,” imbuhnya.

Dia berharap menjadi contoh bagi seluruh kalangan masyarakat, terlebih di Sumenep, yang saat ini banyak tantangan yang mengganjal minat literasi.

“Harapan kedepannya, semoga geliat literasi ini semakin mendarah daging, khususnya bagi kawula muda, yang dalam pandangan sempit saya, sudah sangat sulit dijumpai untuk melek dunia literasi baik baca maupun tulis,” pungkasnya. (ara/pin)

Komentar

News Feed