oleh

Jadikan Restu Ortu Pelecut Raih IPK Tertinggi

KABARMADURA.ID, Sampang – Keberhasilan seseorang menjadi yang terbaik dan meraih kesuksesan pada bidang tertentu, tentu tidaklah instan, ada proses dan perjuangan yang harus ditempuh, seperti halnya keberhasilan sosok Safiuddin dalam meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi sebagai lulusan Politeknik Madura (Poltera) tahun 2020.

Pria kelahiran Sampang 15 Agustus 1998 itu mengatakan, untuk bisa berprestasi, pertama harus bisa beradaptasi dengan passion yang baru, dengan lingkungan sebaik mungkin, kedua berusaha semaksimal mungkin untuk memahami setiap mata kuliah yang diajarkan di kampus.

Memaksimalkan mata kuliah, jika kita menyukainya, tetapi jika tidak menyukai mata kuliah yang diajarkan, maka harus berusaha mencari sudut pandang baru, sehingga tetap mau mempelajari mata kuliah tersebut sebaik mungkin.

Di sisi lain, keberhasilan itu juga tidak luput dari peran para dosen POLTERA, yang sudah mengajari berbagai pengetahuan dan ilmu serta telaten dalam membimbing mahasiswa. Dosen juga selalu mengajari tentang etika kepada mahasiswanya.

“Yang tidak kalah penting, dalam keberhasilan saya meraih IPK tertinggi ini, karena berkah restu dan doa dari orang tua, karena sekeras apapun kita berusaha, tanpa restu mereka maka hasilnya akan nihil,” ucap pria yang akrab disapa Safi itu, Kamis (1/10/2020).

Dia bercerita, awal dirinya masuk dunia perkuliahan, sejatinya tidak terfikirkan sama sekali untuk mengejar nilai atau IPK itu, sebab basic dirinya ketika berada dijenjang pendidikan SMK menempuh jurusan multimedia, tetapi pada saat kuliah malah mengambil jurusan listrik.

Disinggung terkait tantangan dan hambatan, Safi mengaku awalnya kesusahan dalam manajemen waktu, antara mengurus kebutuhan sehari-hari di kos dan kebutuhan perkuliahan. Namun, berkat kerja keras dan semangat yang tinggi, ia bisa melalui hambatan dan tangtangan itu.

Untuk prestasi lain yang sudah ditorehkan oleh safi sebelumnya, diantaranya pada tahun 2018 mengikuti Kompetisi Robot Indonesia di Polinema yang berlokasi di Malang, tahun 2019 di Politeknik Negeri Mataram di NTB.

“Pada awal masuk kuliah, saya kesulitan untuk beradaptasi, tapi saya terus berusaha menyukai dan memahami bidang keilmuan yang baru ini, hingga akhirnya bisa meraih IPK 3.85 yang dinobatkan sebagai IPK tertinggi pada lulusan tahun ini,” ulas Safi yang merupakan warga desa Angsokah Kec. Omben Sampang itu. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed