Jaga Kekompakan dan Nama Baik Bangsa

  • Whatsapp
KM/SUBAIDI IKHSAN TAMU ALLAH: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Edy Rasyadi saat melepas calon jemaah haji asal Sumenep, Minggu (7/7) di GOR A Yani Sumenep

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sebanyak 752 calon jemaah haji (CJH) asal Sumenep resmi dilepas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Minggu (7/7) di GOR A Yani. CJH asal Sumenep sendiri tergabung ke dalam kelompok terbang (kloter) enam dan tujuh.

Suasana haru mengiringi pelepasan ratusan CJH saat akan masuk ke dalam bus yang hendak membawa rombongan ke asrama haji Sukolelo Surabaya. Bahkan sejumlah keluarga menangis haru melepas kepergian keluarganya yang akan menunaikan ibadah haji.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Edy Rasyadi yang melepas pemberangkatan berpesan kepada 752 CJH supaya menjaga nama baik Indonesia, khususnya Sumenep.

“Kami minta kepada semua jemaah asal Sumenep supaya menjaga nama baik Indonesia, juga Sumenep. Jadi, selama melaksanakan ibadah haji, nama baik harus dijaga,” katanya, Minggu (7/7).

Di samping itu, Sekda juga berpesan supaya antara jemaah asal Sumenep menjaga kekompakan selama berada di tanah suci. Sebab kebersamaan itu menurut Edy sangat penting demi melaksanakan ibadah haji dengan baik dan lancar.

“Jaga kebersamaan, jadi kalau ada jemaah yang sakit tolong dibantu atau lupa alamatnya tolong diberitahu itu yang diharapkan Pemkab Sumenep. Jadi, untuk jemaah yang sudah lanjut usia kita meminta para jemaah untuk menyiapkan tenaga terkait itu,” paparnya.

 

Edy juga mendoakan supaya semua CJH bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar, tanpa ada hal-hal yang merintangi pelaksanaan salah satu rukun Islam tersebut.

 

Selain itu, mantan Kepala Dinas PU Binamarga itu juga mendoakan agar CJH menjadi haji mabrur dan bisa kembali ke tanah air atau kampung halaman dan berkumpul lagi di tengah-tengah keluarga dan para tetangga.

 

Sementara itu salah seorang panitia haji Kemenag Sumenep Ibnu Hajar menyampaikan, CJH asal Sumenep yang tergabung pada kloter enam dan tujuh sebetulnya seluruhnya 752. Namun, lima orang  gagal berangkat ke tanah suci.

 

“Yang gagal itu karena satu orang meninggal dan yang meninggal ini ahli warisnya sedang melakukan pengurusan ke Kementrian karena memang akan diganti ahli warisnya. Kemudian, yang gagal berangkat juga dikarenakan sakit,” ujarnya. (ong/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *