Jajaran Pejabat Pemkab Sampang dan KemenPUPR Pantau Pengerjaan Optimalisasi SPAM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) SINKRONISASI: Jajaran pejabat Pemkab Sampang dan Kementerian PUPR memantau pengerjaan optimalisasi SPAM perkotaan di Jalan Imam Bonjol, Sampang, Kamis (2/12/2021).

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan optimalisasi sistem penyediaan air minum (SPAM) Perkotaan Sampang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi serta kunjungan lapangan, Kamis (2/12/2021).

Pemantauan kegiatan dari program Nasional Urban Water Supply Project (NUWSP) yang berlokasi di Kelurahan Dalpenang Sampang itu, dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRD) Sampang Moh. Zis beserta jajarannya dan OPD terkait lainnya.

Sedangkan perwakilan dari pemerintah pusat, yakni dari Kementerian PUPR, Balai Prasarana Permukiman wilayah Jawa Timur, kontraktor serta berbagai pihak-pihak terkait lainnya.

Kepada awak media, Sekda Sampang Yuliadi Setiyawan menuturkan, kunjungan ke lokasi pengerjaan program NUWSP itu, merupakan ikhtiar pemerintah untuk memastikan program yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sampang tersebut dapat bersinergi serta terkoneksi dan tidak ada yang pihak yang dirugikan.

“Kami bersama dari pihak kementerian  turun ke lokasi proyek optimalisasi SPAM perkotaan ini, untuk memastikan pengerjaan program yang didanai dari APBN dan APBD ini berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Wawan itu membeberkan, hingga saat ini, masyarakat di wilayah perkotaan Sampang masih banyak yang belum mendapatkan air. Maka dengan adanya program tersebut, bisa menambah ketersedian air untuk masyarakat di wilayah perkotaan.

Selama ini juga masih sering mengalami gangguan, seperti air bersih tidak mengalir dan berbagai problem lainnya. Maka nantinya pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik jika optimalisasi SPAM perkotaan itu selesai.

Sehingga pelayanan dalam penyediaan dan pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan Sampang diyakini akan lebih maksimal.

“Jadi kemungkinan-kemungkinan yang membuat tidak lancarnya kegiatan optimalisasi SPAM ini, maka kami turun langsung ke lokasi, untuk menyinkronkan, mengkoordinasikan antara dana dari daerah dan pusat ini, sehingga nyambung dan bersinergi,” imbuh Wawan.

Untuk itu, Wawan berharap, pekerjaan program NUWSP tersebut berjalan lancar, selesai sesuai masa kontrak, kualitas pengerjaan bagus dan tujuan serta sasaran dari program tersebut bisa sesuai. Tidak hanya itu, dalam operasionalnya nanti bisa terjamin berlangsung dengan baik dan bermanfaat kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala DPRKP Sampang Moh. Zis menerangkan, untuk progres optimalisasi SPAM perkotaan yang bersumber dari APBD sudah mencapai 75 persen, sedangkan kegiatan yang dari APBD, progresnya sampai saat ini masih 12,7 persen. Adapun target penyelesaian untuk kegiatan yang didanai daerah, adalah sampai Desember tahun ini.

Sementara untuk kegiatan yang didanai dari APBN, ditenggat Agustus tahun 2022 mendatang. Sebab, kegiatan yang ditangani Kementerian PUPR itu dilaksanakan secara bertahap (multi years).

Program NUWPS itu bisa menampung sebanyak 1.500 kubik air yang berasal dari sejumlah sumber air yang ada, yang nantinya air tersebut akan dialirkan kepada masyarakat di wilayah perkotaan.

“Khusus yang kegiatan dari APBD ini, kita pantau terus progresnya, saat ini sudah tinggal proses finishing saja, jadi kami sangat optimis selesai tepat waktu,” pungkasnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *