Jalan Rusak, Warga Sampang Habiskan 10 Dam Truk Sirtu

  • Whatsapp
(KM/IST FOR KM) BAHAYA: Salah satu kondisi jalan poros kabupaten di Sampang yang masih dibiarkan rusak parah dan membahayakan pengendara, membuat warga terpaksa memperbaiki secara gotong royong.

Kabarmadura.id/Sampang-Kondisi jalan poros di Kabupaten Sampang sangat memprihatinkan. Utamanya yang menghubungkan beberapa desa; Desa Panggung, Taman Sareh, Kebun Sareh dan Desa Jrengoan sangat. Kondisinya membahayakan pengendara yang melintas.

Karena rusak parah tak kunjung diperhatikan oleh pemerintah setempat, akhirnya masyarakat sekitar terpaksa memperbaiki secara gotong royong, Kamis (19/3).

Salah seorang warga Nurul Huda mengatakan, jalan poros yang menghubungkan empat desa itu, sejatinya sudah lama yang rusak, tetapi tidak kunjung diperbaiki. Melihat keadaan yang semakin hari kian memprihatinkan dan membahayakan pengendera, para warga sekitar bergerak memperbaiki dengan cara swadaya.

Ia menerangkan, kerusakan jalan poros itu, kurang lebih sepanjang 1 kilometer. Perbaikan yang dilakukan warga ialah dengan menutup kubangan jalan dengan pasir dan batu (sirtu) yang menghabiskan sebanyak 10 dam truk. Sirtu itu merupakan sumbangan dari salah satu tokoh masyarakat setempat, dan masyarakat yang mengerjakan secara gotong royong.

“Upaya perbaikan jalan poros yang rusak parah ini, agar masyarakat yang melintas merasa nyaman dan aman, tidak terganggu, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar,” kata Nurul Huda saat dihubungi awak media, kemarin.

Menanggapi hal itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Hasan Mustofa berujar, bahwa jalan poros kabupaten yang rusak parah itu, baru dianggarkan pada tahun 2020. Saat ini masih dalam tahapan perencanaan. Pihaknya tidak bisa memastikan realisasinya dalam waktu dekat, tetapi yang jelas tahun ini diperbaiki.

“Untuk jalan poros yang menghubungkan desa Panggung, Taman Sareh dan lainnya ini, sudah dianggarkan sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020, tapi masih dalam tahap perencanaan,” ungkapnya.

Lanjut Hasan, perbaikan jalan poros tersebut, nantinya akan direncanakan betonisani, bukan lapen lagi, karena melihat kondisi tanah di lokasi tersebut tergolong tanah yang labil yang mengakibatkan perbaikan bisa lebih tahan lama. Sebab sebelumnya, jalan poros itu sudah di perbaiki, tetapi tidak tuntas, makanya masih ada yang rusak. (sub/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *