Jalan Terjal Berbaur Menuju Kursi Pendopo

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Angka 257.738 menjadi mandat terbanyak dari warga Pamekasan untuk mengantarkan Baddrut Tamam atau akrab disapa Ra Baddrut dan Raja’ie sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pameaksan. Namun, mandat dari Rakyat Pamekasan sejatinya tidak berjalan mudah.  Pasangan berjargon Berbaur tersebut harus menghadapi serangkaian drama politik yang terjal.

Sempat menjalin kedekatan dengan elit partai penguasa di parlemen DPRD Pamekasan, Ra Baddrut menemui jalan terjal untuk memperoleh rekomendasi dari partai penguasa tersebut. Bahkan, Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengawali arah politik dengan mendeklarasikan dukungan untuk pertama kalinya, diisukan sempat goyah.

Bahkan isu akan dicabutnya rekomendasi dari PAN semakin santer, setelah sang nakhoda Heru Budi Prayitno gagal untuk bersanding dengan Ra Baddrut sebagai pasangan Cabup-Cawabup Pamekasan.

Kemelut antara petinggi PAN dengan Ra Baddut terus menggelinding. Rekomendasi dari partai berlambang matahari itu sempat tarik ulur. Petinggi PAN khawatir, Ra Baddrut akan memilih cawabup dari partai koalisi lain, seperti Gerindra dan PKS, yang muncul belakangan dalam koalisi partai pengusung Ra Baddrut.

Hingga pada akhirnya, rekomendasi dari PAN terkunci dengan syarat Baddrut Tamam boleh memilih cawabup lain di luar kader PAN, asal cawabub tersebut berasal dari non-partai pengusung Gerindra dan PKS.

Bukan hanya di internal PAN, tarik ulur rekomendasi juga sempat terjadi di internal partai Gerindra saat masih dipimpin Agus Sujarwadi. Partai berlambang Garuda itu sempat “jual mahal” untuk memberikan rekomendasi pada Ra Baddrut.

Bahkan menjelang pemilihan, Agus Sujarwadi sempat diketahui melakukan pertemuan dengan cabup Kholilurrahman (cabup no 2). Padahal saat itu, Partai Gerindra sudah dengan tegas menyatakan sikap untuk mendukung pasangan Baddrut Tamam dan Raja’e (Berbaur).

Tak hanya di internal partai pengusung, jalan terjal Ra Baddrut untuk menduduki kursi Pendopo Ronggosukowati juga diwarnai dengan drama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).  Di awal masa pendaftaran bakal cabup di sejumlah partai politik, Ra Baddrut sempat memiliki harapan besar memperoleh rekomendasi dari partai yang kala itu masih dipimpin oleh KH. Mondir Kholil.

Rekomendasi dari PPP tidak mengarah ke RBT, nama alias dari Bupati Pamekasan tersebut. Justru, internal PPP pasca penetapan rekomendasi  mengarah ke cabup lainnya, sang nakhoda DPC PPP Pamekasan KH. Mondir Kholil pun mundur dari jabatannya.

Meski penetapan sebagai pemenang Pemilukada Pamekasan sempat tersendat lantaran terdapat pihak yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun MK tetap memenangkan Baddrut Tamam bersama Raja’e dengan selisih kemenangan hingga 7 persen. (pin/bri/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *