Jam Kerja Dipangkas, ASN Dituntut Tetap Profesional

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI-SANTAI : Para ASN di lingkunan Pemkab Pamekasan terlihat menikmati waktu istirahat dengan berbincang santai.

Kabarmadura.id/PAMKASAN – Pemangkasan waktu Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, sudah diberlakukan sejak tanggal 26 April 2019 lalu. Hal itu berdasarkan surat edaran (SE) yang ditandatangani Bupati Pamekasan.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail menyampaikan, pemangkasan jam kerja harus dimanfaatkan para abdi negara semaksimal mungkin. Profesionalitas dalam bekerja harus tetap berjaga, meskipun jam kerja para ASN dipersingkat.

Dia menilai, selama 7 hari berjalan, pemangkasan jam kerja tidak mempengaruhi kinerja ASN selama bulan Ramadan. Dia menilai ASN masih profesional dalam bekerja. Artinya dengan dipangkasnya waktu maka giat bekerja para ASN masih cukup bagus.

“Profesionalitas dalam bekerja harus tetap dipertahankan hingga akhir bulan Ramadan nanti,” katanya, Senin (13/5)

Dia menyebutkan, pemangkasan jam kerja memang lazim dilakukan setiap bulan Ramadan. Hal itu sudah sesuai dengan peraturan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 394 Tahun 2019.

Selain pertimbangan regulasi, pemangkasan jam kerja bagi para ASN di bulan Ramadan, juga merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stamina dan kesehatan para abdi negara. Dengan pemangkasan jam kerja itu diharapkan, kesehatan ASN dapat terjaga.

“Semoga kesehatan ASN tetap terjaga,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Organisasi Setkab Pamekasan Hidayat menyampaikan, berdasarkan surat edaran (SE) tentang pemangkasan jam kerja ASN di bulan Ramadan,  ada tiga poin yang diberlakukan pada para ASN selama bulan puasa.

Pertama, bagi perangkat daerah atau unit kerja yang memberlakukan 5 hari kerja, yakni hari Senin sampai dengan hari Kamis, jam kerja dimulai sejak pukul 07.30-15.15 WIB, sedangkan waktu istrahat berlaku sejak pukul 12.00 – 12.30 WIB. Sementara untuk hari Jum’at pada dimulai sejak pukul 07.30-11.00 WIB.

Selanjutnya, bagi perangkat daerah atau unit kerja yang memberlakukan 6 hari kerja, maka pada hari Senin – Kamis jam kerja dimulai sejak pukul 07.30 – 14.00 WIB. Istrahat pukul 12.00 – 12.30 WIB. Sedangkan pada hari Jum’at jam kerja dimulai pukul 07.30 – 11.00 WIB. Kemudian Sabtu dari pukul 07.30 – 12.30 WIB.

Jumlah jam kerja bagi perangkat daerah atau unit kerja yang melaksanakan 5 hari atau 6 hari kerja, selama bulan ramadan yakni 32.50 jam perminggu.

“Itu berdsarkan surat edaran bupati yang setiap tahunnya (Ramadan, red) memang dilakukan,” terangnya. (km45/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *