oleh

Jam Kerja Dipangkas Jadi 32,5 Jam per Minggu, Legislatif Minta Kinerja ASN Diminta Efektif

Kabarmadura.id/SUMENEP– Selama bulan Ramadan, jam kerja aparatur sipil negara (ASN) dipangkas. Saat ini kinerja ASN menjadi 32,5 jam per minggunya. Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 51 Tahun 2020 tanggal 20/4/2020 tentang Penetapan Jam Kerja pada Ramadan 1441 Hijriah bagi ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Abd. Madjid melalui Kepala Bidang (Kabid) Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (PKAP) Sumenep Linda Mardiana mengatakan, perubahan jam kerja tersebut berlaku sejak 23 April 2020 berdasarkan Surat Edaran Bupati Nomor 800/719/435.203. 2/2020.

Ia menjelaskan, bagi unit kerja yang memberlakukan 5 hari kerja, maka pada hari Senin hingga Kamis masuk pukul 07.30 WIB-14.30 WIB, dan khusus pada hari Jumaat masuk pukul 06.30-11.00 WIB. Tetapi, jika unit kerja dengan 6 hari kerja, Hari Senin-Kamis dan Sabtu masuk pada pukul 07.30-13.00 WIB. Khusus Hari Jumat dari pukul 06.15-11.15 WIB.

“Jumlah jam kerja ASN Sumenep yang melaksanakan sistem kerja 5 atau 6 hari selama bulan Ramadan minimal 32,5 jam per minggu,” paparnya, Minggu (26/4/2020).

Linda menambahkan, perubahan jam kerja selama Ramadan sudah disosialisasikan kepada masing-masing pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk diteruskan ke seluruh staf.

”ASN sudah biasa dengan perubahan jam kerja selama Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, nantinya kinerja ASN selama Ramadan akan dipantau tim dari Inspektorat dan pihak OPD lainnya. Menurutnya, mereka tak segan memberikan rekomendasi sanksi terhadap ASN yang terbukti melakukan pelanggaran, seperti bolos kerja atau berkaitan dengan kedisiplinan.

Anggota Komisi I DPRD Semenep Nurus Salam mengatakan, pemangkasan jam kerja ASN harus lebih efektif. Sebab, ASN selaku abdi negara harus dapat memberikan contoh pada masyarakat awam serta bekerja semaksimal mungkin.

“Jangan sia-siakan waktu yang sudah dipangkas menjadi sedikit itu,” paparnya.

Dipangakasnya jadwal kerja ASN merupakan langkah pemerintah pusat. Tujuannya, agar di bulan Ramadan para ASN tidak terlalu banyak bekerja. Sehingga, juga dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik.

“Kami minta kinerja ASN selama bulan Ramadan harap dapat efektif dimanfaatkan dengan baik,” pintanya. (imd/pai)

Komentar

News Feed