Jamin Ramadan Aman, Polres Dirikan 7 Pos Pantau Operasi Ketupat Semeru 2020

  • Whatsapp
Memantau: Kasatlantas AKP Deddy Eka Aprianto (Dua kanan) saat terjun langsung ke lapangan.

Kabarmadura,id/Sumenep-Dalam rangka memantau ketertiban lalu lintas, Polres Sumenep mendirikan pos pengamanan dan pos cek point Operasi Ketupat Semeru 2020. Operasi lalu lintas ini mulai berlangsung tanggal 24 April-30 Mei 2020.

Kepala Satuan (Kasat) Lantas AKP Deddy Eka Aprianto menyampaikan, pendirian pos tersebut untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri serta meminimalisir penyebaran wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Selain itu juga untuk memberikan kontrol terhadap pengendara terutama pengendara roda dua agar tetap patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas, agar tidak membahayakan pengendara lainnya.

“Tidak diperkenankan kebutan, karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dengan adanya pos pantau ini, diharapkan situasi kamtibmas kondusif sebelum dan sesudah Idulfitri, dan melarang masyakarat-masyarakat untuk mudik lebaran guna mencegah penyebaran covid,” katanya, Selasa (28/4/2020).

Deddy menambahkan, yang menjadi prioritas utama dalam kegiatan pos pantau tersebut adalah pengendara yang mengabaikan protokol kesehatan, tidak pakai masker misalnya.

Ada 7 titik pos pantau yang sudah didirikan yaitu di Kecamatan Prgaan (Prenduen), Pasongsongan, Guluk Guluk, Kalianget, Saronggi, Dungkek, Kota. Karena di titik tersebut yang memang masyarakat rawan mengabaikan SOP kesehatan.

“Kami akan terus melakukan cek dan pemeriksaan bagi setiap orang dan kendaraan yang masuk kota Sumenep,” imbuhnya.

Selain kegiatan tersebut, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat terdampak Covid-19, ada sekitar 598 pengemudi (sopir) meliputi pengemudi bus, truk, travel, kernet, tukang ojek dan tukang becak yang setiap bulan akan mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan secara otomatis melalui rekening Bank BRI.

“Sumbangan atau bantuan tersebut akan diberikan setiap bulan selama 3 bulan untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung Covid-19, terutama sopir itu,” pungkasnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *