oleh

Jangan Janjikan Akhirat Semua!

Pelayanan Baik Tidak Perlu Dijanjikan, Itu Kewajiban

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep sudah menetapkan dua pasang calon pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2020. 

Jika melihat kalender, pelaksanaan pemilihan yang jatuh pada 9 Desember mendatang. Artinya, sudah dalam hitungan hari bagi rakyat Sumenep untuk menentukan sikap dan keputusan memilih salah satu dari dua pasangan itu.

Namun, perihal dua pasangan calon yang maju pada Pilkada Sumenep, saya belum melihat narasi yang lebih konkret terkait usungan visi mereka yang disampaikan dengan akronim “Sumenep Barokah” dan “Bismillah Melayani”.

Keduanya, saya masih belum melihat dan membaca secara jelas dan terkonsep dalam bentuk gerakan yang terprogram. Wajar jika muncul pertanyaan, “Mau diapakan Sumenep ini oleh mereka?”. Karena jika hanya menjanjikan kesejahteraan, itu janji standar yang biasa dan bisa diucapkan semua calon seluruh Indonesia.

Apa yang menjadi pembeda dengan pemimpin terdahulu dan juga keunggulan dari kedua calon dari sisi program?. Itu menjadi penting untuk segera dirinci. Bahasa gampangnya, apa yang membedakan dengan pemimpin yang dulu, apa pembeda antara program Cabup Ahmad Fauzi dan apa pembeda dengan program Cabup Fatah Yasin, begitu juga sebaliknya.

Harusnya, pada saat rakyat Sumenep sudah mulai dihadapkan pada pilihan untuk mempertimbangkan calon, sudah mulai dijelaskan apa itu Sumenep Barokah? Barokah seperti apa?. Demikian juga dengan apa itu Bismillah Melayani. Pelayanan seperti apa dan tentunya kepada siapa?

Dari usungan mereka, banyak pertanyaan yang pastinya akan muncul dalam implementasi kebijakan nantinya. Barokah di bidang pendidikan seperti apa? Barokah di bidang kesehatan bagaimana? Barokah di bidang infrastruktur bagaimana? Dan lain sebagainya.

Lalu, apa program kedua calon terhadap garam dan tembakau? Bagaimana tahapan kerjanya untuk merealisasikan pembangkit listrik di kepulauan?. Bagaimana dengan rumah sakit Sumenep yang sekarang sangat tidak memenuhi syarat?

Semua tahu Sumenep itu kaya. Tapi jika calon pemimpin tidak punya konsep dalam mengelola kekayaan, maka kita akan terus menjual kata-kata bahwa “Sumenep kaya”, tapi rakyat tak dapat merasakannya.

Akronim usungan visi kedua pasangan calon, membacanya terlihat menjanjikan akhirat. Jangan menjanjikan akhirat semua. Rakyat Sumenep sangat paham hal itu.

Tidak perlu banyak janji, karena 5 tahun tidak akan cukup waktu menjalankan semuanya. Cukup fokus pada komoditi unggulan, penyerapan lapangan kerja, kesehatan dan pendidikan. Sektor lain akan tumbuh mengikuti. Pelayanan baik tidak perlu dijanjikan, karena hal itu sudah kewajiban. 

 

Komentar

News Feed