Janggal, Proyek Drainase di Sampang Tanpa Papan Nama

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RAWAN: Proyek drainase yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) minim pengawasan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pembangunan saluran drainase di Jalan Provinsi ruas Sampang-Ketapang di Desa Daleman Kecamatan Kedungdung dalam proses pekerjaan. Sayangnya, kontraktor pelaksana tidak transparan. Faktanya, mengabaikan kewajiban pemasangan papan nama. Sesuai ketentuannya, kontraktor pelaksana wajib memasang papan nama.

Hal itu sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Sehingga, diketahui jenis pekerjaan dan sumber anggaran serta nama perusahaan kontraktor. Pantauan Kabar Madura, di lokasi pekerjaan sejumlah pekerja masih melanjutkan pembangunan. Bahkan, material berserakan di ruas jalan. Selain itu, di lokasi pekerjaan yang berada di badan jalan tidak ada rambu pembatas.

Bacaan Lainnya

“Semua proyek harus disertai dengan papan nama di lokasi dan dipastikan sudah ada dalam kewajiban kontraktor pelaksana. Jika tidak ada papan nama tidak transparan namanya,” ujar Ketua Komisi III DPRD Sampang Mohammad Subhan, Selasa (24/8/2021).

Pihaknya menyayangkan sikap tertutup kontraktor pelaksana. Sebab, tidak transparansi sesuai dengan petunjuk di kontrak pekerjaan proyek. Sebab, adanya papan nama merupakan publikasi jenis pekerjaan. Sehingga, masyarakat melakukan pengawasan secara langsung. Sebab, fasilitas umum yang bersumber dari keuangan negara siapapun berhak melakukan pengawasan.

Moh. Subhan menyarankan, kontraktor pelaksana segera memasang papan nama. Selanjutnya, masyarakat bisa melakukan pengawasan. Jika ada kejanggalan dalam proses pekerjaan bisa dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Sampang. “Atau laporkan ke kami. Sehingga dilakukan monitoring ke lokasi,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tigas (UPT) Pembantu Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang Moh. Haris mengatakan, proyek saluran drainase di lokasi tersebut masuk dalam program pemeliharaan rutin jalan Sampang-Ketapang. Menurutnya, tidak ada kewajiban bagi kontraktor memasang papan nama.

“Kalau soal pengawasan kami sudah aktif datang ke lokasi. Memantau langsung proses pekerjaan proyek. Tapi untuk papan nama, memang tidak wajib dipasang di areal proyek,” responnya singkat. (man/ito)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *