Jangkauan Vaksin Sinopharm di Bangkalan Diperluas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) HATI-HATI: Tenaga kesehatan (Nakes) menyuntikkan vaksin ke masyarakat di Gedung Rato Ebuh Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Penggunaan vaksin sinopharm di Bangkalan, khusus untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan disabilitas cukup rancu. Mayoritas penerima merupakan pendamping. Selain itu, mengenai tren vaksin untuk disabilitas memang belum meningkat. Sehingga sasaran vaksin diperluas untuk pendamping di lingkungan ODGJ dan disabilitas.

Kepala Bidang (Kabid) Farmasi Makanan dan Minuman (Mamin) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Nunik mengatakan, untuk stok vaksinasi masih dalam taraf aman. Terlebih, vaksin sinovac. “Untuk yang lainnya, sudah terdaftar ke tahap atau dosis 2,” ujarnya, Senin (20/9/2021).

Menurutnya, untuk vaksin astrazeneca, sinopharm dan  moderna hanya tersisa untuk dosis ke 2. Sehingga untuk penambahan pengajuan, akan segera dipersiapkan. Namun, akan mengacu pada kebutuhan dan evaluasi. “Yang sisa sedikit, kami akan menentukan pengajuannya nanti, karena sinovac masih banyak,” ucapnya.

Dia menuturkan, untuk vaksin sinopharm memang banyak diberikan kepada pendamping ODGJ dan disabilitas. Sebab, jangkauannya diperluas. Sehingga selain keluarga dan tetangga, kerabat dan teman juga bisa diberikan vaksin tersebut. Dia mengaku, dengan memberikan vaksin sinopharm pada pendamping, hasilnya lebih efektif dan cepat.

Sehingga vaksin sinopharm yang seharusnya kadaluarsa pada 1 Oktober bisa diamankan. “Beruntung kami bergerak cepat. Jadi sekarang tinggal menunggu jadwal untuk dosis ke 2,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino meminta, agar semangat vaksinasi di tingkat masyarakat terus didorong. Hal itu perlu dilakukan, demi tercapainya zona hijau di daerah yang identik dengan slogan kota salak. “Jika menginginkan zona hijau, maka herd immunity harus tercapai,” tegasnya.

Menurutnya, vaksinasi yang didistribusikan oleh pemerintah secara gratis harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin sewaktu-waktu vaksinasi tidak lagi digratiskan. “Kasihan jika nanti bayar, apalagi mayoritas masyarakat yang belum vaksin menengah ke bawah,” tegasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *