Janji Disperindag Sumenep untuk Promosikan IKM Terabaikan, Komisi II Geram 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) ABAI: Hingga saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep belum mempromosikan belasan industri kecil menengah (IKM) yang sudah terbentuk.

KABARMADURA.ID | SUMENEP – gangan (Disperindag) belum melangkah lebih jauh mengenai pembentukan 15 industri kecil menengah (IKM). Instansi tersebut, terkesan hanya sekedar membentuk tanpa adanya kejelasan menggalakkan promosi produk dari setiap IKM. Padahal belasan IKM tersebut sudah ada sejak November 2021 kemarin.

“Selama ini Disperindag hanya sekedar janji, pelaksanaan kelanjutan programnya mandek. Jadi hanya berkutat di bidang pembentukan saja,” kesal anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari, Senin (22/11/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hingga saat ini janji melakukan pendampingan dan promosi terkesan ngapusi. Namun hingga penghujung akhir tahun 2021, belum ada kejelasan mengenai realisasinya. Kondisi tersebut cukup merugikan masyarakat. “Ini yang rugi masyarakat, semestinya Sumenep bangga memiliki produk unggulan. Tapi malah dibiarkan,” keluh politisi Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP).

Pihaknya berjanji, akan memanggil instansi tersebut untuk mempertanyakan lebih lanjut mengenai langkah promosi dan pembinaan terhadap belasan IKM. Bahkan akan memastikan, belasan IKM benar-benar terbentuk atau hanya sekedar bualan. “Sampai saat ini belum ada bukti jelas. Seandainya ada produk yang dipamerkan baru kami percaya belasan IKM ini terbentuk,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Industri dan Perdagangan (Indag) Disperindag Sumenep Priyaji Subaidi mengakui, 15 Sentra IKM sudah terbentuk. Namun untuk promosi masih belum dilakukan dengan dalih butuh tahapan. Sedangkan agenda saat ini, masih melakukan monitoring dan verifikasi terhadap IKM.

“Tujuannya, untuk memastikan kualitas serta sentra serta sumber daya manusia (SDM) mampu atau tidak. Kalau sudah selesai semua. Maka akan kami upayakan promosi,” responnya.

Sekedar diketahui, pembentukan IKM menelan Rp20 juta. Sehingga 15 IKM menelan anggaran Rp300.000.000. Dengan demikian, pendampingan terhadap sentra yang terbentuk akan terus dilakukan. Sehingga  hasil produksi akan diketahui.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *