oleh

Janji Reaktivasi Jalur Kereta Api Madura Dicurigai Sekedar Wacana

Kabarmadura.id/Bangkalan-Rencana reaktivasi jalur rel kereta api Kamal-Sumenep belum kunjung direalisasikan. Padahal regulasi untuk mengantifkan jalur tersebut telah diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019.

Menurut aktivis PMII cabang Bangkalan Amir Qomaruddin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan seakan apatis terhadap reaktivasi jalur kereta api tersebut. Pasalnya, hingga saat ini rencana itu tak kunjung dibahas lagi untuk direalisasikan. Padahal, seharusnya dibahas dengan forkompinda supaya cepat terealisasi.

“Jangan-jangan hanya halusinasi saja masalah reaktivasi jalur jalur kereta ini,” ujarnya, Minggu (20/9/2020).

Dia juga menduga, hal itu hanya isu yang dimunculkan saja oleh Pemkab Bangkalan.

“Atau memeang enggan direalisasikan seperti nya,” tudingnya.

Hal senada disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Syafiuddin Asmoro. Dia melayangkan pertanyaan pada pemerintah pusat mengenai keseriusannya dalam mendukung reaktivasi jalur rel kereta api Kamal-Sumenep.

Syafiuddin menyampaikan, peningkatan jalan dan reaktivasi kereta api jalur Kamal-Sumenep bisa mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Madura secara signifikan.

“Ditjen Kamenhub harus proaktif untuk memberikan masukan kepada Kementerian PUPR agar pelebaran dan penambahan jalan di Madura terwujud demi terciptanya percepatan ekonomi di Pulau Madura,” ujarnya.

Dia juga meminta agar pemerintah pusat tidak berbohong dan sekedar mewacanakan pengaktifan kembali jalur kereta api itu.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta agar Perpres 80 Tahun 2019 itu segera dapat dieksekusi, karena sampai saat ini belum ada sinyal dan tanda-tanda akan dilaksanakan.

“Oleh karena itu, jangan sampai Perpres 80 tahun 2019 untuk ngapusi (membohongi, red) masyarakat Madura agar tidak bergejolak dan kritis,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed