Janji Usut Dugaan Perselingkuhan Kapus di Kabupaten Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KUMPULKAN BUKTI: Inspektorat Sampang akan membentuk  tim bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengumpulkan bukti dugaan perselingkuhan di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Hingga saat ini, kasus dugaan perselingkuhan Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Sampang belum ditindaklanjuti. Buktinya belum ada keputusan sanksi kepada pelaku. Bahkan, tim yang direncanakan dibentuk oleh Inspektorat belum terlaksana. Sehingga pelaku atas nama H (Inisial) masih menjabat sebagai kepala di salah satu puskesmas di Sampang.

Pelaksana tugas (PLt) Kepala Inspektorat Sampang Ari Wibowo berjanji, akan tetap mengusut dugaan kasus tersebut. Namun tim yang direncanakan dibentuk belum rampung. Sehingga penyelidikan belum dilakukan. “Belum kami selidiki. Karena tim belum terbentuk. Tapi beberapa bukti sudah kami kantongi. Namun perlu penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, jika terbukti harus ada sanksi terhadap pihak yang bersangkutan. Namun untuk penerapan sanksinya akan disesuaikan dengan hasil penyelidikan. Sehingga hasilnya  akan dievaluasi. Bahkan, beberapa tim dari lembaga lain juga belum siap. Sedangkan, penyelidikan harus melibatkan beberapa lembaga pemerintah.

“Masing-masing Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Termasuk dari instansi kami,” ucapnya.

Ari Wibowo mengaku, sempat melihat foto yang beredar. Yakni, H yang merupakan salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sampang. Namun belum bisa dipastikan adanya pelanggaran sebelum penyelidikan membuahkan hasil. “Ini menyangkut nama baik seseorang. Kami patut dan wajib berhati-hati. Sehingga sebelum ada unsur bukti, kami belum bisa memvonis bersalah,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya menyebar foto berduaan H dan perempuan berinisial Y. Gambar itu menyebar di sejumlah media sosial (medos). Sementara inisial H merupakan seorang PNS dan pimpinan di salah satu puskesmas di Kabupaten Sampang. Pria yang berprofesi seorang dokter itu, terancam beberapa sanksi.

Yakni, sesuai tingkat kesalahanya. Diantaranya bisa disanksi penurunan pangkat hingga pemecatan dengan tidak hormat (PDTH). Sementara hingga saat ini  H sulit ditemui di meja kerjanya. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor handphonenya tidak tersambung.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *