oleh

Januari-Agustus, 542 Gadis di Pamekasan Tidak Perawan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Sedikitnya 542 gadis di Kecamatan/Kabupaten Pamekasan tidak lagi perawan. Itu terjadi selama Januari hingga Agustus 2020. Khusus Agustus, menembus 116 orang.

Kepala KUA Kecamatan Kota Pamekasan Khalid mengakuinya. Menurut Khalid, angka tersebut cukup tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Para gadis tersebut tidak perawan lagi karena mengikat diri dengan pernikahan.

“Angka pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pamekasan pada Agustus 2020 semakin meningkat. Hal ini terjadi karena banyak yang menggagalkan pernikahan pada bulan-bulan sebelumnya,” ungkap Khalid, Selasa (1/9/2020).

Dampak wabah Covid-19 tidak hanya berakibat terhadap perekonomian, kesehatan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Tapi, juga menerpa perkembangan pernikahan di berbagai wilayah.

Populasi masyarakat kota di Pamekasan, ungkap Khalid, lebih banyak dari pada kecamatan lain. Sehingga, tidak menutup kemungkinan angka pernikahan setiap tahunnya lebih besar persentasenya dari kecamatan lain.

Diungkapkan, pada awal Januari, pernikahan masih tetap berjalan dengan normal, seperti pesta pernikahan yang tidak dibatasi.

“Itu masih normal. Begitu setelah wabah Covid-19 viral di Indonesia, baru ada Surat Edaran dari Kementerian Agama untuk tetap memberikan pelayanan. Tapi, hanya beberapa orang saja, seperti calon mempelai, wali, dua orang saksi, dan pihak KUA, kepala KUA, penghulu dan mutin,” terangnya.

Sementara itu, Penghulu KUA Pamekasan Ahmad Brawi menyampaikan di musim wabah Covid-19, proses pernikahan tetap berlangsung secara normal. Hanya saja harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Agak repot memang. Kita mau menolak acara pesta pernikahan. Sebab, melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar. Kita menawarkan dengan konsep KUA, malah kita yang ditolak,” sambungnya, Selasa (1/9/2020).

Ahmad Brawi menambahkan, segala proses pernikahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pihak KUA Pamekasan tetap berkoordinasi dengan aparat agar bisa efektif.

“Pada Januari ada 55 yang terdaftar dalam buku catatan pernikahan, Februari 60 pernikahan, Maret ada 77 pernikahan, April 67 pernikahan, Mei tidak ada, Juni 108 pernikahan, Juli 59 pernikahan, Agustus ada 116 pernikahan,” sambungnya.

Pada Mei, tambah Ahmad Brawi, memang tidak ada pernikahan sama sekali. Tapi setelah itu, pada Juni pernikahan semakin meningkat, sampai bulan Agustus semakin meningkat yang angkanya lebih besar dari pada bulan-bulan sebelumnya. Jumlah keseluruhan dari Januari sampai per-31 Agustus, pernikahan di KUA Pamekasan mencapai 542 pernikahan yang telah tercatat. (Mukhtar/nam)

Komentar

News Feed