Jarang Ada Laporan, Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Pamekasan Sulit Dideteksi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) SULIT TERDETEKSI: DP3AP2KB Pamekasan mengaku sulit mendata kasus kekerasan anak yang tidak dilaporkan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dinas  Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kesulitan melakukan pendataan kasus kekerasan anak dan perempuan. Selama ini, laporan warga didominasi oleh kasus pelecehan seksual.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Pamekasan Abrari Rois, pendampingan kasus kekerasan berdasarkan kasus terlapor, tahun 2020 ada 43 kasus, sedangkan tahun 2021 sampai bulan Juni, ada 6 kasus. Dari angka tersebut, terdapat  5 kasus kekerasan anak, dan 1 kasus kekerasan kepada perempuan.

Bacaan Lainnya

“Jadi kalau kasus yang masuk ke kami, tetap kita berupaya semaksimal mungkin sampai selesai penanganannya. Mulai dari penyelidikan, penyidikan, termasuk ketika di persidangan, kami dampingi,” paparnya, Rabu (16/6/2021).

Ia menegaskan, penanganan kasus pada tahun 2020 sudah tuntas, sedangkan untuk tahun 2021 masih sedang dalam pendampingan. Dari 5 kasus kekerasan kepada anak, 3 di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual.

“Jadi untuk kasus kekerasan anak itu diupayakan mediasi, atau penyelesaian di luar proses hukum,” ulasnya.

Sedangkan menurutnya, untuk kasus kekerasan yang tidak dilaporkan, asalkan masih terdeteksi mash diadvokasi. Namun, jika pihaknya tidak mengetahuinya, pendampingan tidak bisa maksimal.

“Cuma yang jelas kami mengedukasi kepada masyarakat, dalam forum-forum tertentu, jika melihat kasus agar dilaporkan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, upaya untuk menekan kasus kekerasan anak dan perempuan yaitu dengan melakukan penyuluhan pada kelompok kegiatan yang ada di masyarakat..

“Kami itu mempunyai kelompok bina balita, kelompok bina lansia, jadi mereka kelompok ibu-ibu yang diberi bekal, agar memberikan sosialisasi,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *