Jatah Berkurang, Distribusi Pupuk di Sampang Diklaim Tetap Aman

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) MELOROT: Ketersediaan stop pupuk menjelang musim tanam kali ini di Kabupaten Sampang berkurang dari tahun sebelumnya.

Kabarmadura.id/Sampang-Berkurangnya jatah pupuk bersubsidi dari  Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini, mengakibatkan pembagian pupuk kepada kolompok tani (poktan) terancam tidak merata, karena kuota pupuk urea ikut melorot dari tahun sebelumnya.

Data Dispertan Sampang menunjukkan, pada tahun 2018, kuota pupuk urea mencapai 18.496 ton, sedangkan tahun 2019 hanya 18.357 ton. Ada pengurangan kuota dari tahun sebelumnya sekitar 189 ton.

Meski demikian, kebutuhan pupuk subsidi di Sampang diklaim tetap terpenuhi dan merata. Hanya saja, jatah yang sebagain poktan dikurangi, itu disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersedian pupuk.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana tugas (Plt) Dispertan Sampang Suyono membenarkan, jika tahun ini ada pengurangan pupuk urea bersubsidi dari Provinsi Jatim. Namun karena yang menentukan pembagian kuota sepenuhnya kewenangan provinsi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena hanya sebatas mengajukan kebutuhan.

“Jatah pupuk urea bersubsidi ada pengurangan, tetapi tidak banyak, hanya sekitar 189 ton. Sebab tahun ini jatah Sampang hanya 18.357 ton, sedangkan tahun seblumnya mencapai 18.496 ton,” ungkap Suyono.

Ia mengklaim, meskipun ada pengurangan jatah, kebutuhan pupuk pada musim taman kali ini relatif aman, karena stok masih banyak. Sebenarnya Dispertan mengajukan kebutuhan lebih dari kouta yang tersedia.

Saat ini di beberapa wilayah Sampang, sudah mulai turun hujan, tetapi intensitasnya masih relatif rendah, dan sebagian petani diberbagai wilayah sudah ada yang menanam padi, sehingga pupuk harus dipastikan aman.

“Jatah tahun ini masih aman, karena baru sebagian yang membutuhkan, yakni petani yang sudah menanam beberapa waktu terakhir, sedangkan tahun 2020 mendatang, pasti ada jatah pupuk lain, kami sampai saat ini masih menunggu,” terangnya.

Untuk itu, Suyono meminta para petani agar tidak gegabah untuk mulai menanam padi, sebelum  intensitas dan curah hujan tinggi. Karena khawatir hujan tidak turun lagi, pihaknya meminta jatah pupuk bersubsidi segera didistribusikan. Sehingga saat curah tinggi, petani tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk.

Terdapat 5 distributoir pupuk di Sampang, dengan kios sebanyak 85.

“Kami minta distributor segera menuntaskan penyaluran pupuk kea kios-kioas resmi dan dapat dilanjutkan kepada poktan dan petani,” pungkas Suyono. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *