Jatah Pupuk Subsidi untuk Sumenep Dipastikan Aman

  • Whatsapp
FOTO: KM/MOH RAZIN) BERCOCOK TANAM: Memasuki musim penghujan, Salah satu petani yang sudah memulai bertani di musim ini kemarin. 

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Realisasi program bantuan pupuk bersubsidi di Sumenep sudah berjalan optimal. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahutbun) Sumenep Arif Firmanto. Bahkan, kuota pupuk bersubsidi diyakini sudah sesuai kebutuhan. 

Dengan begitu, ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumenep tahun 2021 sangat aman. Terlebih, ada penambahan alokasi pada tiga jenis pupuk bersubsidi. Ketiga jenis pupuk tersebut adalah yang paling dicari pada musim tanam, salah satunya urea. 

“Lebih khusus lagi adalah urea. Pengurangan jenis pupuk NPK dan organik karena petani di Kabupaten Sumenep tidak banyak yang menggunakan, sehingga dialihkan ke wilayah lainnya di Jawa Timur,” kata Arif. 

Arif juga merinci realokasi pupuk subsidi itu. Jika urea yang awalnya sebanyak 27.897, per 1 November 2021 menjadi 28.647 ton, bertambah 750 ton. SP-36 yang awalnya  5.710 ton, direalokasi jadi 6.251 ton, artinya bertambah 541 ton. 

Pupuk ZA yang alokasi awalnya 7.828 ton, direalokasi jadi 7.971 ton, atau bertambah 143 ton. NPK dari alokasi awal 10.430 ton, direalokasi jadi 9.014 ton, berkurang 1.869 ton, Organik granul alokasi awal 2.009 ton, direalokasi 1.869 ton, berkurang 140 ton dan pupuk organik cair dari alokasi awal 5.647,56 liter, direalokasi jadi 5. 394 liter, berkurang  254 liter. 

“Jumlah itu, sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) dengan harga eceran tertinggi (HET). Pengajuan pembelian pupuk bersubsidi dari petani dilakukan dengan menyusun RDKK yang untuk saat ini menjadi e-RDKK,” jelas Arif mengenai tahapan penentuan kuota pupuk subsidi. 

Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi adalah yang tergabung dalam kelompok tani dengan luas lahan maksimal 2 hektare dan maksimal 1 hektare untuk sektor perikanan.  Tahun 2021 ini, jumlah kartu tani petani di Sumenep terdata sebanyak 104.499 jiwa.

Mengenai harga pupuk  subsidi  per kilogramnya, Rp2.250 untuk urea, Rp1.700 untuk ZA, Rp2.400 untuk SP36, phonska seharga Rp2.300, organik senilai Rp800.

Sedangkan  pupuk nonsubsidi,  urea Rp6.200 per kilogram, ZA Rp4.500 per kilogram, SP36 Rp6.000 per kilogram , Phonska plus Rp10.000 per kilogram dan organik Rp1.500 per kilogram.

Sementara itu, Halimah salah satu warga asal Kecamatan Pragaan mengatakan, pembelian pupuk masih dilakukan secara manual. Bahkan prosesnya tidak serta merta langsung didapatkan. 

“Bukan beli sekarang dapat sekarang, menyerahkan yang duluan ke salah satu toko. Bayar dulu, pupuknya menunggu,” kata dia. 

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *