oleh

Jejak Perjuangan Nabi Sang Mulia

Peresensi         : Supadilah (Guru di SMA Terpadu Al-Qudwah, Lebak, Banten)

Banyak sumber yang menceritakan tentang kehidupan Nabi. Namun, setiap sumber biasanya mengedepankan kekhasan tertentu saja. Buku ini memiliki satu keunggulan dengan menuliskan kisah nabi secara lengkap dan berdasarkan sumber klasik. Buku ini mampu mengisi kekosongan penceritaan dalam sumber lainnya. Penceritaannya menjelaskan sejarah sumur zamzam hingga kompetisi antar suku yang menjaganya. Dalam sejarahnya, sumur zam-zam pernah hilang ditimbun oleh kaum Jurhum. Abdul Muthalib dan Harits yang menemukan kembali sumur tersebut setelah diprotes oleh kaum Quraisy karena dianggap melakukan pelanggaran dengan menggali tanah yang disucikan. Peristiwa gagalnya pasukan Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah membuat Quraisy dikenal di jazirah Arab sebagai keluarga Tuhan. Dalam peristiwa itu Abdul Muthalib menyerahkan keselamatan Ka’bah kepada Pemilik Ka’bah. Sejarah mencatat Abdul Muthalib tidak pernah menyembah berhala meskipun berhala-berhala itu banyak terdapat di sekitar Ka’bah.

Dalam peristiwa yang kita kenal sebagai tahun gajah itu pula, Abdullah ayah Nabi Muhammad saat itu sedang dalam perjalanan pulang berdagang ke Palestina dan Suriah. Dalam perjalanan pulang ia sakit dan meninggal di Yatsrib. Kota Makkah pun diselimuti duka. Pelipur lara Aminah adalah semakin dekatnya kelahiran sang bayi. Saat mengandung itu dia melihat suatu cahaya ajaib yang memancar dari tubuhnya inilah yang membuat Aminah senantiasa tegar.

Saat Muhammad telah lahir, Abdul Muthalib menjenguk cucunya lantas menggendong cucu tersayang dan membawanya masuk ke Ka’bah. Di sana dia memanjatkan doa syukur kepada Allah. Merupakan kebiasaan bagi keluarga Arab kota mengirimkan anak-anak yang baru lahir ke daerah gurun untuk disusui. Bukan semata-mata untuk mendapatkan udara segar, tetapi punya filosofi yang kuat. Di padang pasir, seseorang sadar bahwa dirinya adalah penguasa suatu tempat. Dan dengan kesadaran itu, ia terhindar dari keterikatan dengan waktu. Dengan membongkar tenda, menandakan dia meninggalkan kehidupan yang kemarin dan kembali menatap. Sedangkan penduduk kota adalah seorang tahanan menetap di suatu tempat yang sama dalam waktu yang lama.

Abdul Muthalib sering mengajak cucunya dalam pertemuan-pertemuan besar dengan sahabatnya yang terkemuka. Saat itu, Muhammad kecil berani duduk di hamparan tikar, sementra anak-anak lainnya tidak berani. asa masa kecil Nabi Muhammad dilalui dengan penuh perjuangan dan penderitaan dengan berbagai kehilangan sosok keluarganya.

Usia yang lebih dari 20 tahun, Muhammad sering diajak kerabatnya melakukan perjalanan ke luar kota bahkan diminta membawa dengan orang-orang yang tidak mampu pergi berdagang sendiri. Kesuksesannya dalam menunaikan tugas membuat ia diberikan amanah yang serupa sehinggamemperoleh penghasilan yang lebih baik. Khadijah meminta Muhammad untuk membawakan barang dagangan dengan bayaran dua kali lebih besar daripada yang tertinggi yang pernah diberikan seseorang Quraisy. Amanah itu ditunaikan oleh Muhammad dengan sangat baik ia dapat menjual hasil-hasilnya untuk dua kali lipat. Khadijah tertarik dengan Muhammad. Kesepakatan pun tercapai dengan kesepakatan bahwa Muhammad memberinya mahar 20 ekor unta betina. Selain berperan sebagai istri yang baik, Khadijah juga menjadi sahabat bagi  suaminya, tempat berbagi sukacita hingga pada tingkat yang luar biasa.(hlm 49).

Saat Muhammad berusia 35 tahun, kaum Quraisy memutuskan untuk membangun kembali Ka’bah karena pada saat itu Ka’bah rawan dimasuki dan dicuri. Hingga muncul perselisihan pada saat meletakkan Hajar Aswad. Masing-masing suku ingin mendapatkan kehormatan mengangkat Hajar Aswad dan meletakkannya pada tempat semula. Atas inisiatif seorang tertua di antara orang Quraisy, mereka menemukan solusi dalam menentukan orang yang berhak mengembalikan Hajar Aswad. Muhammad orang yang yang tepat terpilih karena merupakan yang pertama masuk ke rumah suci itu berdasarkan ketentuan yang ditetapkan. Dengan cara yang terbaik Nabi Muhammad mengajak setiap kabilah memiliki peranan dalam pengendalian Hajar Aswad itu.

 

Setelah tanda-tanda lahiriyah (kenabian) semakin menguat, Muhammad mengalami tanda-tanda kekuatan batiniah yang semakin menegaskan pula. Beliau lebih sering menyendiri dan melakukan perenungan spiritual (tahanus) di sebuah gua di bukit Hira. Tujuannya untuk mengisolasi diri dalam waktu yang lama melepaskan diri dari kontaminasi dunia. Di saat itulah, Muhammad menerima wahyu pertama. Khadijah menjadi orang pertama masuk Islam. Keempat paman Nabi menolaknya. Abu Thalib tidak menerima ajakan Nabi, meskipun tidak melarang anaknya mengikuti ajaran Nabi. Hamzah tidak mengerti, Abbas menghindar, dan Abu Jahal terang-terangan menuduh keponakannya menipu atau tertipu.

Kehadiran berita akan datangnya seorang nabi menjadi daya tarik bagi kaum Yahudi sehingga mereka mencari tahu dengan mendatangi Yatsrib.Secara umum dapat dikatakan bahwa bangsa Arab dapat menerima orangnya, namun menolak ajarannya. Sebaliknya, kaum Yahudi menerima ajarannya, namun menolak orangnya. Bagi Yahudi, bagaimana mungkin Tuhan mengutus seorang nabi yang tidak berasal dari kaum pilihan.

Para sahabat Nabi seringkali pergi keluar bersama-sama menuju menuju lembah sempit di luar Mekah untuk melaksanakan salat jamaah agar tidak terlihat. Namun, suatu ketika serombongan kaum musyrik Quraisy memergoki dan secara kasar menghalangi. Perkelahian itu menandai sebagai sejarah pertumpahan darah pertama dalam Islam. Para pemuka Quraisy mendatangi Abu Thalib untuk meminta meredam kegiatan Nabi Muhammad.

Saat musim haji datang, kaum Quraisy menebarkan fitnah bahwa Muhammad adalah dukun, penyair atau tukang sihir. Bertambahnya jumlah kaum muslimin di Mekah meningkatkan permusuhan dan kemarahan dari kaum kafir. Tokoh yang paling benci kepada Nabi Muhammad adalah Abu Jahal yang merupakan pamannya. Namun, suatu hari kebenciannya justru membuat Islam semakin berkembang. Penghinaannya kepada Muhammad menimbulkan kemarahan Hamzah, seorang paling pemberani di Quraisy yang lantas menyatakan mendukung Nabi Muhammad.

Umar bin Khattab masuk Islam. Hal ini semakin menambah kuat barisan kaum muslimin. Quraisy pun semakin benci. Sehingga mereka melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim. Dalam sebuah dokumen dinyatakan larangan menikahi wanita Bani Hasyim atau mengizinkan istrinya menikahi lelaki Bani Hasyim, dan tidak diperbolehkan menjual belikan apapun kepada mereka. Tidak kurang dari 40 pemuka Quraisy melakukan perjanjian itu. Meskipun tidak semuanya menyetujui. Bani Muthalib menolak memberikan dukungan sebab di antara yang diboikot terdapat keluarga mereka. Pemboikotan dalam bentuk dokumen itu terpampang di Kakbah.

Berbagai kebencian dan kekejaman dilancarkan kaum Quraisy kepada kaum muslimin saat itu. Permusuhan di antara keduanya kedua belah pihak melintasi batas persaudaraan dan kekeluargaan. Perjuangan panjang Rasulullah Nabi Muhammad dan kaum muslimin dalam memperjuangkan agama Islam merupakan sejarah abadi yang tidak boleh kita lupakan. Beragam hikmah dan pelajaran darinya. Penyebaran Islam merupakan upaya menegakkan kemuliaan umat manusia. Ibarat cahaya yang menerangi kegelapan akhlak dan peradaban manusia. Bukan hanya kala itu saja, tetapi hingga saat ini cahaya Islam menjadi penerang. Buku ini merupakan edisi terbaru dari terjemahan aslinya. Bahasanya mengalir dan enak dibaca. Karya aslinya terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris dan konferensi Sirah Nasional di Islamabad pada 1983. Menjadi referensi yang tepat pelengkap di bulan Ramadhan ini. Perjuangan Nabi hendaknya menjadi ilham dalam setiap kehidupan kita.

Judul Buku      : Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik

Penulis             : Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din)

Penerjemah      : Qamaruddin SF

Penerbit           : Serambi

Tebal               : 531 halaman

ISBN               : 978-602-290-068-9

Komentar

News Feed