Jelang Akhir Tahun, Dua Proyek Irigasi di Dinas PU SDA Sumenep Tidak Tuntas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PEECEPAT: Paket proyek irigasi pengerjaannya belum seratus persen. Tercatat menjelang akhir tahun masih ada dua lokasi pengerjaanya belum tuntas.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Menjelang akhir tahun 2021 sejumlah proyek irigasi belum sepenuhnya tuntas dikerjakan. Berdasarkan catatan di Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Sumenep ada dua proyek irigasi yang pekerjaanya belum mencapai 100 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum SDA Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang Irigasi Dedi Falahuddin mengakui, dari sejumlah proyek irigasi yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) belum selesai. Ada 5 paket proyek irigasi DAK yang dikerjakan. Namun, dua proyek belum selesai.

Bacaan Lainnya

“Pembuatan saluran irigasi itu tersebar di sejumlah desa dengan dana berbeda-beda. Saat ini, kami akan melakukan percepatan pengerjaan,” katanya, Selasa (23/11/2021)

Menurut dia, pengerjaan bukan tanpa dasar. Tetapi, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) PU Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi. Untuk realisasinya masih ada proyek irigasi yang belum tuntas.

“Setiap tahunnya ada pembuatan dan perbaikan saluran. Bahkan banyak yang masih belum diperbaiki. Dua paket proyek tersebut sekitar 95 persen. Tinggal penyelesaian pekerjaan,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi menyayangkan pengerjaan irigasi yang saat ini masih belum selesai. Sebab, pekerjaan tersebut bukan hasil perubahan anggaran keuangan (PAK) atau anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) perubahan.

“Semestinya pekerjaan sudah selesai. Saat ini fokus proyek yang hasil dari PAK,” ujarnya.

Dia melanjutkan, jika tidak selesai pada saat ini, berarti membiarkan air hujan yang saat ini rawan terjadi genangan atau banjir. Oleh karena itu, dinas terkait wajib mengadakan rapat evaluasi bersama rekanan.

“Pengerjaan proyek irigasi yang belum selesai patut dipertanyakan,” pungkasnya.

Saluran Irigasi DAK di Sumenep

* Desa Banjar Barat Kecamatan Gapura Rp555 juta,  belum selesai

*Kali Masjid Kecamatan Gapura Rp521 juta, selesai.

*Kebonagung Kecamatan Kota Rp933 juta,  selesai.

*Parsanga Kecamatan Kota Rp1,05 miliar, belum selesai.

*Guluk-Guluk Rp748 juta (DAK) selesai.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *