Jelang Akhir Tahun, Inspektorat Sumenep Belum Tuntaskan Proses Audit  Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MUSYAWARAH: Salah satu pemerintah desa (pemdes) di Sumenep menggelar rapat koordinasi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Inspektorat Sumenep memiliki kewajiban mengaudit desa dalam setiap tahun. Pada tahun ini, puluhan desa yang ditargetkan menjadi sampel pemeriksaan keuangan masih belum tuntas pengerjaannya.

Terkait hal itu, Inspektur Inspektorat Sumenep Titik Haryati menerangkan, audit merupakan program rutin tahunan yang berorientasi output dari 332 desa di Sumenep. Sesuai catatan, pihaknya akan memeriksa 56 desa yang dijadikan sampel.

“Hingga saat ini masih belum tuntas, proses masih panjang. Hingga akhir tahun ini kan, pasti selesai semua” katanya.

Ia mengaku akan menindak sesuai aturan yang berlaku setiap aparatur sipil negara (ASN) yang tidak beritikad baik ketika ada temuan dalam proses audit.

Yati (sapaan akrabnya) menambahkan, walaupun tidak semua desa diaudit secara menyeluruh, dari total 27 kecamatan yang ada, hanya 2 desa di masing-masing kecamatan yang dilakukan pemeriksaan. Tetapi menurutnya, secara bergilir setiap desa akan dilakukan pemeriksaan setiap tahunnya.

“Sampai akhir tahun tidak apa-apa, dan kami yakin kegiatan ini efektif ya walaupun tidak semua desa. Tetapi kami kan melibatkan langsung camat dan kepala desa, maka pasti desa-desa lain akan lebih berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan sebentar lagi akan diaudit,” imbuhnya.

Selain melakukan audit, lanjut Yati, pihaknya juga memberikan pembinaan kepada desa yang yang telah diperiksa. Selain itu, juga sudah membuka layanan konsultasi melalui inspektur pembantu (irban) yang dibagi ke semua wilayah.

“Tetapi semua desa nanti akan diaudit juga. Digilir karena tidak memungkinkan kalau dilaksanakan satu tahun di semua desa di Sumenep, termasuk yang di kepulauan,” paparnya.

Ia juga berharap, setelah diaudit, pemerintah desa memperbaiki pengelolaan dan pelaporan keuangan sesuai arahan tim auditor. Selain itu, ia menambahkan, pada tahun 2020 sudah dilakukan audit berdasarkan anggaran tahun 2019. Sementara untuk tahun 2020, audit dilakukan saat ini. (ara/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *