Jelang Akhir Tahun PAD Kabupaten Sumenep tidak Capai Target.

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, terancam gagal mencapai target realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020. Saat ini, masih 83,38 persen dari target senilai Rp240.647.035.200,63 atau hanya tercapai senilai Rp200.663.141.577,96. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Penagihan Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep, Suhermanto, Selasa (22/12/2020).

Menurutnya, capaian tersebut meliputi pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan lain yang sah, dan hasil pendapatan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Sehingga, jika dijumlah secara keseluruhan PAD Sumenep tidak mencapai target. Target yang berhasil melampaui batas ketentuan hanya PAD pajak. Sedangkan lainnya, tidak memenuhi target yang ditentukan. “Tidak tercapainya target banyak faktor. Salah satunya, karena adanya Covid-19,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, untuk pajak daerah masing-masing, hotel restoran, penerangan jalan umum (PJU) dan lainnya. Untuk retribusi daerah meliputi, perizinan pelayanan umum, jasa usaha dan lainnya. Sedangkan, pendapatan lain yang sah meliputi, badan layanan ,umum daerah (BLUD), bunga deposito dan lainnya. Sedangkan, pendapatan pengelolaan kekayaan daerah yg dipisahkan salah satunya hasil dari badan umum milik daerah (BUMD).

“Masih ada waktu untuk mencapai target, sekarang masih belum akhir tahun, akan tetapi hampir tutup tahun,” optimisnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Juhari mengaku, kecewa atas PAD yang tidak mencapai target. Menurutnya, tidak tercapainya target PAD sering kali terjadi. Padahal, angka yang dicantumkan dalam APBD sudah disahkan secara optimal. “Ini menjadi evaluasi bersama. Tahun depan harus menutupi tidak tercapainya target PAD,” kesalnya.

Menurutnya, ketika ditanya pada OPD terkait sering beralasan, bahkan cenderung klasik. Seperti situasi ekonomi yang kurang baik, butuh perbaikan sistem, hingga target yang dipasang terlalu tinggi, kemudian lantaran Covid-19.  “OPD kalau ditanya pasti banyak alasan tidak tercapainya target tersebut,” ucapnya.

Dia menyarankan, agar pemerintah lebih cermat dalam melakukan penghitungan. Sehingga, hal tersebut tidak terulang lagi. Menurutnya, memang rencana tidak mungkin akan sama persis dengan kenyataan, namun ketidak tercapaian hingga beberapa persen, tetap akan menjadi tanda tanya besar. “Kegagalan capaian target ini, tentu juga akan berpengaruh terhadap belanja daerah dan program pengeluaran yang lain,” tukasnya. (imd/ito)

 

-Capaian PAD Per 22 Desember 2020

*Pajak Daerah

Target : Rp28.136.500.000,00

Realisasi : Rp29.163.977.126,00

Persentase: 103.63 persen

*Retribusi Daerah

Target : Rp18.454.432.704.00

Realisasi : Rp16.223.728.261.00

Persentase: 90,82 persen

* Pendapatan lain yang sah

Target : Rp178.233.439.658,41

Realisasi : Rp138.966.803.217,74

Persentase: 77,97 persen

*Hasil pendapatan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

Target : Rp15.822.662.838,22

Realisasi : Rp15.772.662.838,22

Persentase: 99,68 persen

SUMBER: Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *