oleh

Jelang Iduladha, Permintaan Sapi Kurban Menurun

Kabarmadura.id/Bangkalan– Menjelang Iduladha, permintaan hewan kurban malah menurun. Hal tersebut diduga disebabkan karena wabah Covid-19. Kepala Dinas Perternakan (Disnak) Bangkalan Ahmad Hafidz menyampiakan, penurunan permintaan sebanyak 10 persen dari tahun 2019 lalu.

Berdasarkan data tahun 2019, produksi daging sapi potong di Bangkalan kurang lebih 2.705 ton per tahun. Kemudian menjelang Iduladha meningkat 50-60 persen dari hari biasa. Peningkatan tersebut kata Hafidz, dalam kondisi normal bukan seperti tahun ini yaitu kondisi adanya wabah Covid-19.

“Tahun ini karena ada wabah Covid-19, produksi daging dimungkinkan penigkatannya menjelang iduladha turun antara 10 hingga 20 persen  menjadi 40 sampai 50 persen dibanding hari biasa,” terangnya.

Masih menurut Hafidz, untuk menjaga pasokan daging agar tetap aman pihaknya tidak menerima sapi dari luar Madura. Bahkan, diakuinya stok sapi di Bangkalan cukup melimpah sehingga permintaan daging sapi bisa dipenuhi. Tidak menerima sapi dari luar Pulau Madura itu, Hafidz menuturkan, karena pasokan sapi untuk pemotongan lokal Bangkalan jumlahnya sangat memadai.

Sedangkan, potensi sapi potong di Bangkalan, dia melihat sangat besar. Bahkan untuk sapi Madura khusus Kabupaten Bangkalan juga menjadi pemasok daerah lain seperti di Jawa Timur itu sendiri atau luar Madura seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan dan Sulawesi.

“Bahkan juga beberapa daerah di Sumatera seperti Riau dan wilayah Sumatera lainnya Madura yang jadi pemasok,” ujarnya.

Hafidz mengungkapkan, ada beberapa kriteria pemeriksaan ternak untuk hewan kurban nantinya. Kriteria tersebut adalah hewan kurban harus cukup umur atau ditandai dengan adanya poel pada gigi. Kemudian tidak cacat dan tentunya kata Hafidz, harus Sehat atau dilakukan pemeriksaan secara umum dan cek suhu tubuh.

“Nanti produk hewan, seperti unggas yang boleh masuk dengan melengkapi SKKPH dan atau SKKH dari daerah asal,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed