Jelang Ladeni PSIS, Madura United Masih Dihantui Satu Kelemahan

  • Whatsapp
Caretaker Pelatih Madura United Rasiman saat memberi arahan pemainnya dalam latihan di Stadion Gelora Madura, Jumat (23/8/2019), sebelum menjamu PSIS Semarang.

Kabarmadura.id-Madura United kerap kali kecolongan skema bola mati. Tercatat, dari 12 gol yang bersarang selama pentas di Liga 1 2019, lima gol bersarang via bola mati dan tiga gol buah titik putih.

Kelemahan tersebut mulai dibenahi jelang menjalani pekan ke-16 kontra PSIS Semarang di Stadion Gelora Madura, Sabtu (24/8) pukul 18.30 WIB.

Bacaan Lainnya

“Di mana pun, bola mati memang sesuatu yang sangat berbahaya ya. Kami tidak bisa menghilangkan faktor itu. Kami hanya bisa meminimalisir dan mengaturnya. Itulah salah satu konsentrasi kami, latihan terus,” ujar Asisten Pelatih Madura United Rasiman.

Sejatinya, pria yang kini berstatus caretaker pelatih Madura United itu menjelaskan, selama ini, sudah mengasah antisipasi bola mati. Namun, faktor keberuntungan set piece, juga tidak dapat dihilangkan.

“Selama ini sudah dilatih dengan baik, namun dalam situasi capek, ketat, artinya konsentrasi pemain yang paling penting ya, bukan hanya soal latihan yang selama ini sudah diberikan, tapi mungkin pemain akan dituntut untuk lebih konsentrasi,” sambungnya.

Selain itu, tim yang baru saja ditinggal pelatihnya itu, Dejan Antonic, juga belum meraup kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, baik tandang maupun kandang.

Cederanya sejumlah pemain dalam setiap pertandingan, juga disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang cukup mempengaruhi.

“Ini disebabkan beberapa pemain kami cedera, mudah-mudah di pertandingan besok Insya Allah bisa menang,” imbuh Rasiman. (idy/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *