Jelang Lebaran, Kasus Curat, Curas dan Curanmor Naik 19 Persen

  • Whatsapp
(KM/AGUS SONBRAJA) TAK BERDAYA: Para pelaku C3 yang berhasil dibekuk tim reskrim Polres Bangkalan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Menjelang hari raya Idulfitri, kasus tindak kriminal di Bangkalan semakin meningkat. Tercatat, sudah puluhan kasus yang masuk ke Polres Bangkalan dalam 2 bulan terakhir ini. Setidaknya, mulai bulan Maret hingga April, ada 105 kasus. Di mana 51 kasus didominasi oleh tindak dari kasus curat, curas dan curanmor (3C).

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja mengatakan, tren kriminalitas di Bangkalan cukup meningkat pada masa wabah ini. Terlebih menjelang lebaran Idulfitri.

Bacaan Lainnya

“Awal-awal wabah itu sedikit menurut, tapi menjelang Ramadan dan lebaran ini meningkat lagi sekitar 19 persen,” terangnya.

Berdasarkan data Polres Bangkalan, angka peningkatan itu diukur dari jumlah laporan yang masuk selama Maret hingga April. Jumlahnya sebanyak 105 kasus.

Dari catatan pada bulan Maret sebanyak 43 kasus, didominasi 3C sebanyak 28 kasus. Sedangkan bulan April tingkat kejahatan naik sebanyak 62 kasus, dengan jumlah 3C sebanyak 39 kasus.

Dari kriminalitas yang terjadi, Satreskrim Polres Bangkalan berhasil menangkap 6 pelaku 3C, dengan 2 kasus curas serta 4 kasus curat dan curanmor. Dari penangkapan tersebut juga, polisi berhasil melumpuhkan empat pelaku karena melakukan perlawanan pada petugas.

“Awal Ramadan, kami berhasil menangkap 4 pelaku tersebut yang beraksi di 14 TKP dan keempatnya kami lumpuhkan. Karena sesuai dengan prosedur kami beri tindakan tegas terukur karena melawan saat diringkus,” paparnya.

Peningkatan tindak kriminal ini, kata AKP Agus, juga diduga karena adanya asimilasi dari napi saat awal wabah Covid-19 beberapa waktu lalu. Nanun, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah dipengaruhi oleh menurunnya perekonomian pada masa wabah atau faktor lainnya, seperti dibebaskannya napi dengan proses asimilasi.

“Kami belum pastikan, karena dari tersangka mantan asimilasi beberapa waktu lalu belum kami temukan, memang para pelaku mengakui melakukan aksi yang serupa sudah beberapa kali. Kami masih selidiki, kalau faktor ekonomi pastinya tentu. Tapi apakah faktor ekonomi akibat wabah ini atau tidak akan kami selidiki lebih lanjut,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Jumat (8/5/2020), terjadi pencurian dengan kekerasan terjadi di Kecamatan Tanah Merah. Para pelaku sempat diamuk oleh warga saat ketahuan sedang merampas handphone anak kecil usai tarawih. Diketahui, salah satu pelaku masih di bawah umur atau berusia 14 tahun. Sedangkan pelaku satunya berumur 21 tahun.

“Saat dirampas, ada yang tahu. Akhirnya sempat dimassa. Setelah kami mendengar laporan itu, kami segera ke sana dan mengamankan kedua pelaku,” ujar Kepala Polsek Tanah Merah AKP Nur Achmad, Minggu (10/5/2020).

Saat ini kedua tersangka masih ditahan di Polsek Tanah Merah guna penyelidikan lebih lanjut. AKP Nur Achmad menyampaikan, keduanya masih dalam proses pembuatan laporan. Sementara tempat kejadian perkara (TKP)-nya di Desa Baipajung, Kecamatan Tanah Merah.

“Kemungkinan mereka melakukannya secara kebetulan, ada kesempatan. Akhirnya merampas ponsel anak kecil yang selesai tarawih itu,” tukasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *