oleh

Jelang New Normal, Disdik Sampang Dituntut Miliki Metode Baru

Kabarmadura.id/Sampang-Menjelang penerapan sistem new normal, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, dituntut memiliki metode baru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Terlebih, Kabupaten Sampang belum bisa menerapkan KBM tatap muka karena masih berada di zona merah sebaran Covid-19.

Anggota Dewan Pendidikan (DP) Sampang Zainuddin mengatakan, pada prinsipnya Pemkab Sampang tidak mempunyai keberanian untuk menormalkan pembelajaran, sehingga KBM harus dilaksanakan dalam jaringan (daring).

Menurutnya, selama ini siswa beranggapan KBM daring sama halnya dengan libur sekolah, terlebih di pelosok desa yang tidak bisa mengakses pembelajaran via daring. Hal itu lanjut dia, memiliki konsekuensi yang besar terhadap sumber daya manusia (SDM) siswa.

Selain itu dia menuturkan, semakin lama pembelajaran menggunakan sistem daring yang dinilai tidak efektif, maka semakin banyak materi pembelajaran yang tidak terserap oleh siswa.

“Daring ini hanya di dunia birokrasi, karena ketika melihat ke bawah, pembelejaran daring ini hanya dirasa libur sekolah oleh siswa, dan ini tidak bisa dipasrahkan penuh ke guru,” ungkapnya, Minggu (12/7/2020).

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar pemerintah bisa menyiapkan mekanisme atau pola baru dalam pembelajaran daring yang akan diterapkan pada siswa, agar tujuan pembelajaran bisa diserap dengan maksimal oleh siswa.

“Terpenting dalam pembelajaran ini harus ada terobosan baru agar siswa tidak banyak ketinggalan pelajaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepla Disdik Sampang Nor Alam mengatakan, pihaknya belum bisa menerapkan pembelajaran secara tatap muka. Hal itu beradasar pada imbauan pemerintah agar tidak ada KBM tatap muka selama daerah masuk zona merah.

Namun demikian, pihaknya mengaku sudah menyiapkan dua opsi KBM. Pertama, guru pengajar bisa mendatangi setiap rumah siswa untuk memberikan modul pelajaran yang dijadwal oleh sekolahnya.

Kemudian yang kedua, guru bisa membuat kelompok belajar, maksimal lima orang dalam satu kelompok untuk digelar KBM pada setiap kelompok dengan bergantian.

Dua opsi tersebut secepatnya akan diberikan ke seluruh sekolah, kepala sekolah dan guru pengajar, yang akan dimulai pada tanggal 13 Juli 2020, dan ini serentak di seluruh sekolah di Indonesia.

“Guru akan mendatangi rumah siswa sesuai jadwal dari sekolah, atau bisa juga siswa akan berkumpul di satu tempat yang rumahnya berdekatan untuk proses belajar mengajar,” terangnya. (mal/pin)

 

 

Komentar

News Feed