oleh

Jelang Pilpres, Bawaslu Jewer ASN

Kabarmadura.id/BANGKALAN– Netralitas aparatur sipil negara (ASN) di Bangkalan patut dipertanyakan. Hal tersebut terungkap dari proses penanganan dugaan pelanggaran yang saat ini ditangani Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan, beberapa dugaan pelanggaran menggunakan tempat ibadah dan kegiatan pemerintah.

Terhitung sejak Sabtu sampai hari ini Bawaslu tengah menangani lima dugaan pelanggaran. Pelaksanaan kegiatan pada Sabtu (9/3) malam di sebuah mall di Bangkalan mendapatkan pantauan khusus. Pasalnya disinyalir ada beberapa abdi negara terjaring ikut aktif kegiatan kampanye paslon presiden tersebut.

“Bawaslu aktif melakukan pengawasan pada kampanye tersebut. Dan kami mendapatkan bukti video dan foto di dalamnya diduga ASN,” ungkap Ketua Bawaslu Bangkalan Ahmad Mustain Saleh.

Berdasar hasil pengawasan itu, Bawaslu sudah mulai memanggil ASN yang diduga terlibat. Mulai dari pengisi acara hingga peserta yang aktif terlibat.

“Sementara kami usut ASN yang ikut kampanye di Banplaz. Kalau perkembangannya ada kesengajaan menyeret ASN ke politik praktis, kita segera rapatkan dengan Gakkumdu untuk proses pidana pemilunya,” imbuh Mustain.

Di saat bersamaan, Bawaslu Bangkalan juga tengah melakukan klarifikasi terhadap beberapa ASN yang aktif terlibat kampanye di media sosial. Bahkan pemeriksaan tidak hanya dilakukan di kabupaten. ”

“Ada yang sudah diberi tahu kalau ASN dilarang ngelike atau comment status pemilu, tapi tetap saja aktif. Saat ini ada lima orang yang diproses di Bawaslu Bangkalan. Padahal sebelumnya sudah ada seorang ASN yang disanksi,” keluhnya.

Penanganan dugaan pelanggaran ASN kampanye di media sosial juga tengah dilakukan Panwascam Arosbaya. Beberapa pihak sudah dipangggil dan hampir tuntas.

“Kalau di Arosbaya kita sedang proses investigasi. Kami kumpulkan beberapa bukti dan data. Kalau cukup, kami lanjutkan ke tahap selanjutnya,” ungkap Mustain.

Selain proses penanganan dugaan pelanggaran melibatkan ASN, Bawaslu Bangkalan tengah meminta keterangan dari pihak panitia deklarasi paslon presiden di tempat ibadah. Kegiatan ulama muda mendukung paslon tertentu pekan lalu berbuntut.

“Ada informasi yang masuk ke bawaslu kalau deklarasi di halaman masjid martajasah. Saat ini pihak panitia dan takmir masjid dimintai keterangan di Panwascam Kota Bangkalan,” papar Mustain.

Kejadian terakhir yang saat ini ditangani Bawaslu Bangkalan adalah kegiatan sosialisasi oleh anggota DPR RI. Kegiatan di PKPRI Bangkalan melibatkan pendamping PKH se Bangkalan disinyalir disusupi kegiatan kampanye.

“Ada pembagian BK saat sosialisasi RUU ke PKH. Sudah ada laporan dari LIRA Bangkalan terkait kegiatan tersebut,” pungkasnya. (mam/waw)

Komentar

News Feed