Jelang Putusan MK, GP Ansor Pamekasan Ajak  Jihad

  • Whatsapp
TEGAS: Suasana acara Halaqah Lingkungan yang digelar di Aula PCNU Pamekasan, Rabu (27/6/2019).
TEGAS: Suasana acara Halaqah Lingkungan yang digelar di Aula PCNU Pamekasan, Rabu (27/6/2019).

Kabarmadura.id-Sehari jelang pembacaan keputusan sengketa Pemilu Presiden oleh Mahkamah  Konstitusi, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor  (PC GP Ansor) Pamekasan  mengajak warga  Pamekasan untuk berjihad.

Seruan jihad  GP Ansor Pamekasan tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor Pamekasan Syafiuddin, dilakukan setelah para pengurus bersama-sama dengan perwakilan beberapa pesantren  menggelar Halaqah di Aula PCNU Sumenep.

“Jihad yang kami serukan adalah jihad untuk mengurangi penumpukan sampah dan limbah plastik di Pamekasan. Gerakan tersebut menjadi  salah satu pilihan yang perlu kami dorong untuk dilakukan secara massif oleh warga Pamekasan,” ucap Syaifuddin

Pemuda  asal Waru tersebut menjelaskan bahwa sampah plastik saat ini sudah menjadi ancaman serius di semua wilayah bukan hanya persoalan masyarakat kota.

“10 tahun lalu  problem sampah adalah sampah kotoran manusia yang solusinya  dilakukan  penyadaran akan pentingnya toilet. Beberapa tahun belakangan ini dan kedepannya,  sampah plastik sudah  dirasakan menjadi ancaman. Itu juga dipengaruhi dengan karakteristik sampah baik di kota maupun di desa sudah sama. Dulu di desa bungkusan makanan masih gunakan daun, tapi hari ini sudah sama-sama menggunakan  plastik,”  ulas Syafiuddin.

“Problem sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis saat ini sudah mulai menumpuk di Pamekasan dan pantai-pantai. Ini harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak bukan hanya GP Ansor, pemerintah, warga, perusahaan-perusahaan dan juga ormas-ormas harus ikut memberikan perhatian terhadap problem sampah plastik ini. Itulah yang melandasi kami menetapkan sebagai jihad,” imbuh Syafi’ (panggilan akrabnya).

Deklarasi jihad memerangi sampah dan limbah plastik yang digagas GP Ansor Pamekasan, sebagaimana disampaikan Ron Roni, Ketua Panitia Pelaksana Halaqah lingkungan yang digelar di Aula PCNU Pamekasan, Rabu (27/6/2019) diikuti oleh fungsionaris GP Ansor Pamekasan, PC Muslimat  NU Pamekasan, lembaga-lembaga dan banom PCNU Pamekasan, perwakilan beberapa pesantren di Pamekasan dan juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan.

“Selama ini, sampah kami lihat sangat sederhana karena yang terlihat hanya sampah-sampah yang ada di rumah dan di tempat kerja. Tetapi setelah melihat penyajian  dan keluh kesah peserta tentang sampah utamanya sampah plastik,  sudah saatnya ini menjadi gerakan yang harus menjadi perhatian semua pihak,” ucap Moh Faridi, salah seorang dosen IAIN Pamekasan. (bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *