Jeli Ambil Peluang, Raup Untung Ratusan Ribu Per Bulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ILUSTRASI) MENGUNTUNGKAN: Semakin banyak warga menggunakan masker kain.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Wabah Covid-19  berdampak langsung pada segala sisi kehidupan masyarakat. Tidak hanya dari kesehatan warga yang terancam, namun juga bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan sudah jelas terdampak. Di sisi lain,  pandemi ini ternyata menjadi ladang penghasilan bagi sebagian warga yang sedang memproduksi masker. Seperti halnya para pengrajin masker kain asal Bangkalan yang jeli melihat peluang usaha ini.

Penggunaan masker semacam menjadi kewajiban bagi warga untuk menjaga kesehatannya. Kebutuhan warga terhadap masker menyebabkan permintaan terhadap masker semakin meningkat. Hal itu dilihat sebagai peluang usaha oleh sebagian pengrajin masker. Seperti yang dilakukan oleh Rassa Rocilla, perempuan asal Bangkalan, yang meraup keuntungan dari penjualan masker hasil buatannya sendiri (homemade).

Bacaan Lainnya

Perempuan yang juga berprofesi sebagai guru itu mengungkapkan bahwa setiap pekan, dia mampu menjual minimal 25 masker kain., yang mana  pembeli bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu. Masker buatannya itu bisa dipesan sesuai keinginan konsumen. “Satu masker saya jual seharga Rp10 ribu. Bisa request warna dan model sesuai pesanan,” ungkapnya, Minggu, (21/2/2021).

Awalnya, dia mulai menggeluti dunia Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) saat Covid-19 baru mewabah sekitar satu bulan. Rassa melihat ada peluang besar dari produksi masker kain. Dia memanfaatkan kain perca dari  produksi baju-bajunya.

“Tergantung pesanan konsumen, gimana model maskernya, saya siap membuatkannya,” tuturnya.

Ide usaha tersebut bermula dari dirinya yang kesulitan mencari masker. Kalaupun ada, harganya sangat mahal. Akhirnya Rassa mulai memproduksi masker kain bermotif lurik dan kombinasi kain wastra lainnya. Tidak  disangka-sangka, produk masker kainnya ini ternyata menarik minat banyak pembeli. Dia juga memproduksi masker kain dengan kombinasi kain brukat.

“Terus ada teman yang cari kain masker. Dari situ, apa saya produksi saja ya. Lagi pula saya mengajarnya kan juga lewat online,” tutur perempuan yang pernah alumnus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Terlebih ketika harga masker medis naik 100 kali lipat, Rassa mampu meraup untung hingga ratusan ribu dalam sebulan. Katanya, dalam sebulan bisa mendapatkan Rp500 ribu hingga Rp750 ribu, tergantung jumlah pesanan.; Biasanya,pemesanan masker kain tersebut untuk seragam.

“Ada dari kalangan muda-mudi, ada ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK). Saya cuma ambil untung Rp4 ribu per masker. Untuk jahit dan beli kainnya, saya bekerja sama dengan teman, karena saya belum bisa jahit sendiri,” tuturnya.

Dia juga mengaku, orderan mulai menurun lagi,  sebab harga masker medis mulai turun sampai harga normal. Kendati demikian, dia tetap aktif menerima orderan masker kain homemade.

“Kalau sekarang ,paling sehari sampai dua hari cuma 5 masker yang terjual. Sebab, harga masker medis mulai turun. Tren permintaan masker kain homemade jadi menurun,” pungkasnya. (ina/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *