oleh

Jembatan Montorna, Hanya Bisa Dilalui Pejalan Kaki dan Roda 2

Kabarmaadura.id/Sumenep-– Proyek Jembatan di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep selesai dikerjakan sejak akhir Juli 2020. Namun, proyek itu baru dimanfaatkan. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Sumenep Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan,Harianto Effendi, Selasa (15/09/2020).

Menurutnya, saat ini belum bisa dilalui kendaraan yang bermuatan berat. Seperti Truk dan roda 4 lainnya. Jembatan tersebut hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki maupun sepeda motor. “Pemulihan beton belum sempurna. Makanya, proyek tersebut masih difungsikan oleh roda dua,” ujarnya

Dia menjelaskan, proyek tersebut dimenangkan CV. Aris Jaya yang dengan lelang pada bulan Februari lalu. Bahkan, kontrak penandatanganan selesai setelah proyek dikerjakan. “Menunggu 10 hari lagi untuk bisa difungsikan secara utuh,” paparnya.

Menurutnya, progres pembangunan jembatan itu cukup baik. Sebab, diketahui pihak kontraktor bergerak cepat melakukan  pengerjaan dengan cara lembur.  “Selesai sesuai target yang ditentukan mas,” paparnya.

Proyek jembatan itu menuju akses Guluk-Guluk, Prancak dan daerah Bragung Sumenep. untuk semua kendaraan bisa melewati jalan tersebut jika sudah 15 hari. “Proyek tersebut sudah 30 hari tidak difungsikan, saat ini hanya bisa difungsikan roda 2,” tuturnya.

Diketahui, pagu jembatan Rp1 miliar dan kontrak senilai Rp97 juta itu dikerjakan hingga lima bulan. Yakni, sejak awal April hingga akhir Agustus 2020 dengan lebar 5 meter dan panjang 16 meter.  “Kokohnya jembatan, kami prediksi hingga 25 tahun kedepan,” tukasnya.

Menurutnya, jika saat ini difungsikan untuk roda 4, maka beton jembatan dikhawatirkan tidak kuat menahan. Sehingga, masih menunggu akhir September atau awal Oktober bisa difungsikan dengan baik.

Dia mengakui, pembangunan jembatan memakan waktu 100 hari kerja. Sedangkan, idealnya pembangunan jembatan itu 200 hari kerja. Dalam pembangunan jembatan, setidaknya ada enam tiang pancang atau pilar dan satu titik pondasi membelah sungai.

“Yang menjadi tanggung jawabnya adalah membuat tiang pancang dan setengah badan jembatan. kami terus melaksanakan tugas sesuai prosedur,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi mengatakan, pada umumnya semua proyek jembatan setelah selesai tidak dimanfaatkan terlebih dahulu. Sebab, dikhawatirkan roboh. “Meski belum bisa difungsikan, pengawasan jembatan kami lakukan,” paparnya.

Dia berharap dan mendorong jembatan bisa segera berfungsi setelah mencapai waktu yang ditentukan. “Walaupun sudah berfungsi, alat berat dilarang melewati dulu, hal ini benar apa yang dikatakan dinas terkait, agar tidak cepat rusak,” tukasnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed