Jembatan Suramadu Rawan Dijadikan Lokasi BD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PENCARIAN: Para petugas gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Polisi Air di Kabupaten Bangkalan berupaya menelusuri perairan di Jembatan Suramadu. 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Belum sepekan, pasca terjadinya kasus bunuh diri (BD) yang dilakukan oleh anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Bangkalan di Jembatan Suramadu, kali ini ditemukan mayat pemuda asal Kabupaten Sampang. Diketahui, aksi bunuh diri dilakukan pada Kamis (9/9/2021) dan mayatnya baru ditemukan, Minggu (12/9/2021).

Pencairan korban dengan nama Mastoki dilakukan selama dua hari. Jasad pemuda yang tinggal di Surabaya ini ditemukan mengapung sekitar pukul 09.00 pagi di perairan Jembatan Suramadu oleh Badan SAR Nasional (Basarnas). Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Air (kasatpolair) Bangkalan AKP Arif Dijunaidi, Senin (13/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Kronologisnya sama, meninggalkan sepeda beserta identitas dan kontak sepeda motor masih ada di motornya. Sepeda terparkir di Jembatan sisi Surabaya,” ujarnya.

Lelaki yang kerap disapa AKP Arif Dj ini mengaku, baru mengetahui korban telah ditemukan Basarnas Surabaya pada Minggu siang. Selama dua hari, timnya turut serta membantu pencarian hingga ke perairan di Gresik. Yakni, pencairan dilakukan dengan cara tim berpencar. Namun, awalnya tidak kunjung ditemukan.

“Kami terjunkan enam orang, dari Basarnas dan gabungan Surabaya sekitar 15 orang. Kurang lebihnya, ada 20 orang yang mencari korban. Sekarang, alhamdulillah sudah ditemukan,” ucapnya.

Sementara itu, untuk kendaraan korban telah diamankan di Polres Tanjung Perak pasca kejadian tersebut. Sedangkan, motif apa yang melandasi pemuda berumur 30 tahun itu bunuh diri? Pihaknya tidak bisa menjelaskannya dengan dalih kasus tersebut ditangani oleh pihak kepolisian Surabaya.

“Kami juga tidak bisa mengontrol kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu. Karena yang melintas ini 24 jam setiap hari dan ada ratusan kendaraan. Saya harap masyarakat tidak mudah menjadikan jembatan Suramadu sebagai lokasi bunuh diri,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya pada Senin (6/9/2021) anggota TNI AL bernama Widodo asal Kamal Bangkalan melakukan bunuh diri di Jembatan Suramadu. Tepatnya sekitar pukul 19.30 WIB, pria berumur 53 tahun ini nekat meloncat dari atas Jembatan Suramadu. Widodo meninggalkan sebuah sepeda motor dengan identitas lengkap dan surat lainnya yang berada di jok sepeda beserta surat wasiat.

Widodo baru ditemukan Selasa (10/9/2021) pukul 09.30 WIB pagi. Diduga nekat bunuh diri, lantaran persoalan rumah tangga. Hal serupa juga dilakukan oleh Masoki pria asal Sampang tersebut. Namun, motif aksi bunuh dirinya belum diketahui.

 

Reporter: Fa’in Nadofatul M.

Redaktu: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *