oleh

Jika BK Mentok, Ancam Pidanakan Pemalsu Tanda Tangan Legislator

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Buntut dari pemalsuan tanda tangan empat Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan,sejumlah legislator akan melaporkannya ke penegak hukum.

Pelaku yang ditengarai adalah oknum legislator itu, diduga memalsukan tanda tangan di proposal yang diaukan ke Bank Jatimuntuk mendapat bantuan dana. Sebelumnya, perkara tersebut sudah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan.

Sedangkan alasan perkara itu harus dipidanakan, lantaran dinilai mencederai marwah lembaga perwakilan masyarakat.

Sebagaimana disampaikan juru bicara dari empat komisi,Moh Sahur, dalam surat aduan ke BK, sebenarnya sudah dilengkapi dengan identitas oknum legislator yang diduga memalsukan tanda tangan itu.

Jika dalam pengusutan perkaranya tidak dilakukan secara proporsional, maka pihaknya akan menekan BK.

“Kalau lembek penanganannya, kami semua akan mendatangi BK, artinya persoalan ini harus jalan sesuai aturan, bukan atas kehendak,” ungkap politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Soal rencana mempidanakannya, akan dikaji secara hukum bersama perwakilan empat komisi di DPRD Pamekasan, supaya implikasi hukum akurat dan terpercaya.

“Pertama secara kelembagaan kami proses dulu, tetapi ada potensi kesana (dilaporkan kepada penegak hukum),” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman sudah memasrahkan penuh kepada empat ketua komisi.Meski namanya juga dicatut dalam proposal tersebut, namun jika oknum pelakunya datang kepadanya untuk meminta maaf,akan dimaafkan.

“Jika memang benar ada dari oknum DPRD yang melakukan mohon maaflah kepada teman-teman komisi, kalau mohon maaf, saya orang yang akan memaafkan,”ucapnya.

Sementara, saat ini tata beracara BK masih dalam pembahasan di panitia khuus (pansus), karena akan merivisi beberapa poin. Namun kata Fathor, dalam pengusutan terhadap oknum legislator itu, BK akan menggunakan tata beracara yang lama.

“Kami menyarankan kepada BK memakai tata beracara BK yang lama, tetap menggunakan yang lama, karena tidak akan jauh beda,”jelasnya.

Terpisah,Ketua BK DPRD Pamekasan Husnul Hidayat menjelaskan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu laporan tersebut, termasuk menyelidiki siapa pelakunya.

“Sampai saat ini kami masih mendalami bersama anggota BK yang lain,”ungkapnya.(rul/waw)

Komentar

News Feed