oleh

JPU Kasus RKB Ambruk Pertimbangkan Banding

Kabarmadura.id/Sampang-Kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMPN 2 Ketapang, Sampang, yang menyeret tujuh orang terdakwa, lima diantaranya sudah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya.

Terbaru, pada sidang putusan di PN Tipikor Surabaya kemarin, pada Selasa (3/12/2019),empat orang terpidana sudah dijatuhi putusan, yakni Mastur Kiranda selaku peminjam CV. Amor Palapa, Noriman selaku pelaksan proyek, Didik Hariyanto dan Sofyan selaku konsultan pengawas.

“Masing- masing diputus pidana penjara 1 tahun dan denda Rp50 subsider 1 bulan. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni AR dan JR masih sidang saksi meringankan, pada hari Jumat (5/12/2019) mendatang,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Munarwi, Selasa (3/12).

Sebelumnya, salah satu terdakwayang sudah berstatus terpidana, adalah Abd. Aziz selaku pemilik CV.Amor Palapa.Abd. Aziz divonis 1 tahun kurungan dan denda Rp50 juta dengan subsider kurungan 1 bulan.

Munarwi menjelaskan, sebelumnya, lima orang terpidana itu, dituntut selama 1 tahun dan enam bulan sesuai Pasal 3 Undang-Undang (UU) Korupsi. Namun PN Tipikor menjatuhkan vonis lebih ringan, yakni hanya 1 tahun dan dena Rp50 juta serta subsider kurungan 1 bulan.

“Terkait langkah selanjutnya, kami masih mau minta petunjuk pimpinan terlebih dahulu apakah masih mau banding atau sudah menerima putusan ini,” terangnya.

Untuk dua orang yang masih berstatus terdakwa, AR dan JR selaku PPK dan PPTK proyek, masih menjalani proses sidang dengan agenda mendengar keterangansaksi meringankan. Rencananya, sidang akan digelar pada hari Jum at (5/12/2019) mendatang.

Diketahui, kasus koruspsi SMPN 2 Ketapang tersebut, mengakibatkan kerugian negara senilai Rp134 juta.

“Para terpidana yang ikut menikmati uang korupsi ini, sudah mengembalikan kerugian negara. Dana hasil pengembalian ini, nantinya dapat digunakan kembali untuk membangun sekolah dan sebagainya,” terangnya.

Catatan Kabar Madura, proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang diperoleh Mastur Kiranda alias MK dengan menggunakan CV Amor Palapa milik Abd. Azis.

Proyek dengan pagu anggaran Rp134 juta itu kemudian dijual MK kepada Noriman alias Nn. Sayangnya, proyek itu tidak dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Berselang beberapa hari kemudian, proyek yang dikerjakan itu ambruk.

Kasus tersebut kemudian berhasil diungkap Polres Sampang dan menyeret tujuh orang tersangka. Yakni, pemilik CV Amor Palapa terpidana Abd. Azis, pelaksana proyek Mastur Kiranda, Noriman, Didik Hariyanto alias DH dan Sofyan alias Sn.

Penyelidikan kemudian dilanjutkandan menyeret AR JR jadi tersangka. Keduanya merupakan abdi negara di lingkungan Pemkab Sampang. (sub/waw)

Komentar

News Feed