Jualan Alat-Alat Sekolah,  Alumnus UIM Raup Penghasilan Rp15 Juta per Bulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) INSPIRATIF: Hafiki aktif berjualan sejak di bangku sekolah hingga saat ini meraup penghasilan Rp15 juta per bulan dari beragam dagangannya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Pada dasarnya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk terjun ke dunia usaha. Apa pun latar belakangnya, tidak menutup kemungkinan bagi setiap individu untuk merintis dan mengembangkan sebuah usaha. Seperti halnya yang dilakukan oleh Hafiki, pemuda kelahiran Pamekasan, 16 September 1992, yang bertekad untuk berwirausaha.

IMAM MAHDI, Sumenep

Saat ini, Husari disibukkan oleh aktivitasnya dalam berbisnis di bidang industri kreatif. Ia bercerita, bahwa dirinya pernah menjual kalung dan gelang istrinya senilai Rp1,8 juta untuk dijadikan modal awal usahanya.

Ia memberanikan diri untuk berjualan songkok nasional. Seiring berjalannya waktu, dagangannya tersebut semakin laris, ia merambah untuk berjualan songkok dan kopi.

“Bagi saya hidup itu sederhana. Tanpa diatur orang lain semua dapat dijalani dengan penuh kebahagiaan,” katanya, Kamis (12/08/2021)

Seiring usahanya yang semakin stabil, ia mulai mengikuti pameran dan menyewa stand untuk tempat dagangannya. Saat ini, ia juga berjualan berbagai macam alat sekolah. Ia menyampaikan, setiap bulannya meraup penghasilan Rp15 juta per bulan. Rata-rata keuntungan yang didapat Rp500 ribu setiap harinya.

“Alhamdulillah tanpa diatur orang lain, saya dapat menghidupi keluarga,” ujarnya.

Ia menuturkan, dari remaja hingga saat ini, dirinya sudah terbiasa hidup mandiri. Ia sekolah dan kuliah sembari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia juga memiliki prinsip yaitu hidupnya tidak ingin diatur orang lain, tetapi ingin memberikan yang terbaik untuk orang lain.

“Saya belajar di sekolah atau di kampus sambil bekerja untuk menopang ekonomi keluarga. Saya berjualan celengan dari gedobog daun pisang,” tuturnya.

Ketika kuliah, ia mengaku bekerja sebagai seorang trainer pada sebuah produsen peralatan di dekat kampusnya. Ia sendiri merupakan lulusan Program Studi Bahasa Inggris Universitas Islam Madura (UIM) tahun 2017. (imd/maf)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *