Jukir Nakal, Dishub Perlu Tingkatkan Pengawasan

  • Whatsapp
(KM-JAMALUDDIN) NAKAL: Jukir akan ditindak tegas oleh Dishub Sampang, sebab masih menarik biaya parkir berlangganan.

Kabarmadura.id/Sampang-Pada tahun 2019 lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang meresmikan penerapan parkir berlangganan. Sehingga, para juru parkir (jukir) dilarang memungut uang parkir kepada pengendara motor yang berpelat nomor Sampang.

Namun, ketidaktahuan masyarakat tentang parkir berlangganan tersebut cenderung dimanfaatkan oleh para jukir nakal, sehingga Dishub Sampang perlu meningkatkan pengawasan dalam penerapan parkir berlangganan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Hubungan Darat Dishub Sampang Moh Khotibul Umam mengaku pihaknya sudah sering memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang parkir berlangganan. Termasuk kepada petugas jukir agar tidak memungut uang parkir bagi kendaraan Sampang yang berplat Sampang.

Menurutnya, jika ada jukir yang melakukan hal tersebut, dirinya akan mengambil tindakan tegas kepada para jukir yang masih nakal. Sebab, dalam MoU yang dibuatnya dengan para jukir sudah jelas, salah satu isinya dilarang menarik uang parkir bagi kendaraan pelat Sampang.

“Setiap bulan kami kumpulkan 80 petugas jukir yang menjadi tanggung jawab instansi kami, untuk diberikan evaluasi dan arahan agar tidak menarik uang parkir. Kalau semisal ada jukir yang melakukan hal itu nanti akan kita sanksi karena sudah ada di MoU,” ungkapnya, Senin (4/5/2020).

Adapun untuk kendaraan yang berpelat nomor di luar Sampang wajib diminta uang parkir. Sebab, hal tersebut sebagai tambahan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir.

Selain itu, untuk target  PAD di tahun 2020 ini sebesar Rp3,1 miliar, ditarget untuk motor pelat Sampang, dan sistem penarikannya melalui Samsat Sampang.

Adapun untuk PAD motor luar Sampang, pihaknya menargetkan Rp100 juta.

“Pelanggan parkir kendaraan motor Sampang sendiri gratis, karena pelanggan sudah bayar ke samsat. Adapun untuk motor luar Sampang memang harus bayar, yakni untuk roda 2 Rp1000, untuk roda 4 Rp2000,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap, jika ada penarikan biaya parkir berlangganan khusus pelat nomor Sampang, agar segera dilaporkan ke Dishub, karena pelanggan itu mestinya tanpa ditarik oleh juru parkir, pelanggan sudah bayar ke samsat.

“Jika ada penarikan biaya parkir untuk motor Sampang, berarti itu tempat parkir bodong, yakni tanpa izin. Hal tersebut segera dilaporkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang,” pungkasnya.

Parkir yang resmi di Kabupaten Sampang ada 62 lokasi: Jalan Panglima Sudirman 6 titik lokasi parkir.

Jalan Hasyim As’ari 8 titik lokasi parkir; Jalan Trunojoyo ada 7 titik lokasi parkir; Jalan Samsul arifin ada 3 titik lokasi parkir; Jalan Rajawali ada 10 titik lokasi parkir; Jalan Tengku Umar ada 4 titik lokasi parkir; Jalan Cendra wasih ada 2 titik likasi parkir.

Jalan Agus salim ada 1 titik lokasi parkir; Jalan Suhadak ada 1 titik likasi parkir; Jalan Kusuma bangsa ada 1 titik parkir; dan Jalan Jamaluddin 1 titik lokasi parkir. (mal/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *