Juknis Pencairan Dana BOS Baru, Besaran Dana Setiap Sekolah Masih Sama Seperti Tahun Sebelumnya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) KETENTUAN BARU: Pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di Kabupaten Sumenep harus mengikuti petunjuk teknis (juknis) baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Mekanisme pencairan bantuan operasional sekolah (BOS) tidak seperti tahun sebelumnya. Pada 2020 kemarin, BOS dicairkan setiap tiga bulan sekali. Sedangkan tahun ini, pencairan bisa dilakukan setiap empat bulan sekali. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur (Jatim) Wilayah Kabupaten Sumenep Syamsul Arifin, Selasa (09/02/2021).

Menurutnya, perubahan pencairan sesuai dengan petunjuk dan teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain itu, mengenai syarat penerima BOS saat ini cukup memiliki izin sebagai penyelenggara pendidikan. Sedangkan di tahun sebelumnya, setiap sekolah harus memiliki izin operasional.

Bacaan Lainnya

Ketentuan bagi sekolah, untuk memperoleh BOS harus menuntaskan laporan realisasi dana BOS sebelumnya. Sebab, apabila tidak tuntas dana BOS selanjutnya terancam dibekukan.  “Khusus di SMA Sumenep tidak ada perubahan mengenai jumlah dana BOS. Dana BOS tahun 2021, memiliki regulasi baru yang lebih fleksibel dan efisien. Kemudian, asas itu menjadi landasan untuk membelanjakan dana BOS 2021 sesuai dengan juknis BOS. Dana itu, langsung masuk ke rekening sekolah, kami sifatnya monitoring pada tim pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik),” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep Mohammad Saidi mengatakan, juknis pencairan dana  BOS setiap tahun tidak bisa diprediksi. Terkadang ada perubahan, bahkan bisa tetap. Sedangkan untuk nominal dana BOS yang diterima oleh setiap sekolah tidak ada kenaikan. Untuk siswa sekolah dasar (SD) memperoleh dana BOS Rp900 ribu per siswa per tahun.

Sedangkan untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) setiap siswa memperoleh Rp1,1 juta per tahun. “Pencairan masih menunggu, tentunya jika sudah melakukan laporan BOS sebelumnya, Maka, akan segera cair. Tujuan BOS, untuk membiayai operasional sekolah berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan. Selain itu, mensupport pemerataan layanan pendidikan serta meningkatkan kualitas pembelajaran,” tegasnya.  (imd/ito)

-Besaran satuan biaya bersifat majemuk dan dihitung berdasarkan dua indikator, yaitu indeks kemahalan konstruksi (IKK) dan indeks peserta didik (IPD)

-Dana Bos dicairkan 4 bulan sekali

-Besaran Dana Bos tahun 2021 Kabupaten Sumenep:

SD :Rp900.000 per siswa per tahun

SMP: Rp1.100.000 per siswa per tahun

SMA: Rp1.500.000 per siswa per tahun

SMK: Rp1.600.000 per siswa per tahun

SLB: Rp2000.000 per siswa per tahun

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *