Jumlah OTG di Bangkalan Naik dari 30 Jadi 140 Orang

  • Whatsapp
(KM/FADHUR ROSI) DITELUSURI: Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Fadhur Rosi yang juga tokoh masyarakat Desa Keleyan, Socah Bangkalan ikut melacak keluarga pasien positif Covid-19 di desa setempat.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Menyusul bertambahnya pasien yang positif Covid-19 di Bangkalan, jumlah orang tanpa gejala (OTG) juga meningkat drastis. berdasarkan rilis dari website Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur,  jumlah OTG di Bangkalan per Minggu (12/4/2020) masih 30 orang, namun pada Senin (15/4) jumlah OTG sudah naik jadi 145 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengatakan, penambahan ini berdasarkan hasil positif dari pemeriksaan rapid test maupun swab tenggorokan yang sudah dilakukan kepada pasien yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Karena OTG adalah orang yang pernah kontak langsung dengan posien positif Covid 19 namun tidak menunjukkan gejala apapun. Jadi berbeda dengan orang dalam pemantauan (ODP),” jelasnya.

ODP merupakan orang yang pernah bepergian atau tinggal di wilayah yang dinyatakan masuk zona merah seperti Jakarta atau Surabaya, juga termasuk pemudik.

Pria yang biasa disapa Yoyok itu menambahkan, ratusan OTG ini belum diperiksa menggunakan rapid test. Sebab, tuntuk melakukan pemeriksaan rapid test ada, klasifikasi tertentu.

“Kami mainnya 14 hari inkubasi, jadi kalau belum 14 hari mengalami gejala sakit. Langsung kami lakukan pemeriksaan. Tapi kalau setelah 14 hari tidak merasakan apa pun, akan langsung kita berikan sertifikat sehat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Mohammad Fahad menuturkan, banyaknya OTG ini harusnya dilakukan pemeriksaan rapid test. Karena, pasien yang dinyatakan positif Covid-19, harus segera ditelusuri siapa saja yang pernah kontak dengan pasien tersebut dan langsung dilakukan pemeriksaan.

“Jadi semua harus ditracking, didata dan dilakukan rapid test. Kemudian harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” ungkapnya.

Diketahui, pada Senin (13/4/2020) jumlah OTG mencapai 145 jiwa. Hal itu, berdasarkan Peta sebaran Covid 19 yang dilansir dari situs resmi Pemprov Jatim sekitar pukul 10.00 WIB dari http://infocovid19.jatimprov.go.id.

Sedangkan data ODR mencapai 13.910 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 2 orang. orang dalam pemantauan (ODP) 498 jiwa dan terinfeksi Covid 19 sebanyak 4 orang.

Sementara itu, OTG dari keluarga dan kerabat pasien yang dinyatakan positif Covid-19, Minggu (12/4), mulai dilakukan tracking. Tracking tersebut didampingi oleh anggota Komisi B DPRD Bangkalan Fadhur Rosi sebagai tokoh masyarakat di Desa Keleyen, Socah, Bangkalan.

Setidaknya ada 11 orang yang diperiksa menggunakan rapid test dan hasilnya negatif.

“11 orang itu keluarganya saja dan 1 bidan desa yang sempat kontak langsung. Pasien ke 4 yang positif ini orang Keleyan, Socah,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *