Jumlah PDP Meninggal Lebih Tinggi dari Pasien Terinfeksi Covid-19

  • Bagikan
KM/ILUSTRASI

Kabarmdura.id-Status pasien dalam pengawasan (PDP) di Madura, setiap harinya menunjukkan peningkatan signifikan. Dari empat kabupaten di Madura, berdasarkan update dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, tercatat sebanyak 105 orang yang berstatus PDP.

Sedangkan jumlah kematian PDP juga tergolong besar, yakni mencapai 28 orang atau 26,66 persen. Persentase PDP yang meninggal itu, lebih besar dari pasien terinfeksi Covid-19. Dimana, jumlah pasien terinfeksi yang meninggal hanya tercatat sebanyak 5 orang dari 78 orang, atau hanya 6,41 persen.

Besarnya jumlah PDP meninggal di Madura, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPRD PamekasanSyafiuddin, karena kurangnya kesadaran warga yang ditetapkan sebagai PDP untuk mengikuti anjuran perawatan dari pihak satgas selama masih dalam masa pengawasan.

Bahkan, kata pria yang juga ketua GP Ansor Pamekasan itu, ada kejadian bahwa warga yang berstatus PDP, menolak untuk dilakukan perawatan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Penolakan tersebut, menurutnya,bisa jadi karena adanya pemikiran bahwa Covid-19 adalah aib.

“Nah, hal seperti inilah yang perlu dibantu mediasi dan edukasi perawatan secara intensif dan sesuai protokol Covid-19 tidak ada penolakan dari yang bersangkutan maupun anggota keluargnya,” ungkap Syafiuddin menguraikan situasi yang dipantaunya terkait perilaku warga berstatus PDP yang menolak dirawat berdasar  protokol Covid-19.

Diakuinya, penolakan tersebut bisa saja datang karena ketakutan warga atas biaya yang akan ditimbulkan maupun beban psikologis, karena sebagian menganggap aib bagi warga yang terinfeksi Covid-19.

“Nah, transparansi tentang biaya bagi yang ditetapkan PDP perlu juga disampaikan. Apakah ditanggung negara atau bagaimana formula pembiayaannya. Karena warga desa kadang takut dirawat di rumah sakit atas pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan,” imbuh pria yang biasa disapa Syafi itu.

Baca juga  Kepala Sekolah Lega Sudah Keluarkan Siswa dari Sekolah

Sejauh ini, dari 105 orang berstatus PDP, selain 28 orang meninggal, baru 21 orang yang selesai pengawasannya. Sementara 66 orang sisanya masih dalam pengawasan.

Penetapan seseorang sebagai PDP, sebagaimana disampaikan Humas Satgas Covid-19 Pamekasan, Sigit Priyono, yang menentukan adalah pihak rumah sakit setelah melalui pemeriksaan paru-paru.

Namun, jika pasien periksa awal ke puskesmas, lalu gejala mengarah pada Covid-19, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan disertai sesak nafas, akan dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Semua orang yang statusnya dinyatakan PDP, akan dilaksanakan swab test,” tegas Sigit.

Sejauh ini, jumlah pasien dengan status PDP Covid-19 yang meninggal, paling banyak di Kabupaten Bangkalan, mencapai 13 orang, disusul Pamekasan mencapai 10 orang. Dari seluruh pasien yang meninggal tersebut, sebagian besar dimakamkan dengan protokol Covid-19. (bri/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan