Jumlah Pengangguran di Bangkalan Naik, dari 4,8 Persen Jadi 5,4 Persen

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) MENCARI: Pencari kerja sedang memilih lowongan pekerjaan di job fair.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Angka pengangguran di Bangkalan semakin meningkat. Data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disnaker) Bangkalan menunjukkan, di tahun 2019 5,4 persen penduduk Bangkalan di usia kerja yang masing menganggur.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Disnaker Bangkalan, Haryani Fitriyaningsih, dika dibandingkan tahun 2018, tingkat penduduk Bangkalan yang belum memiliki pekerjaan hanya 4,8 persen dari usia kerja.

Bacaan Lainnya

Sedangkan usia kerja yakni penduduk yang berusia 18 hingga 55 tahun. Penduduk usia kerja di Bangkalan sebanyak 717.771 jiwa.

“Dari 5,4 persen yang menganggur itu, kami tidak bisa menghitung jumlah pasti berapa jiwa. Sebab, kami kesulitan saat di lapangan, banyak warga yang sudah bekerja meski di rumah. Mereka menganggap bahwa masih menganggur,” terangnya.

Karena selama ini, ada 2 tipe penganggur, yakni penganggur terbuka dan tertutup. Sementara menurut Hariyani, Disnaker hanya menghitung jumlah penganggur terbuka.

Sedangkan, untuk meminimalisir penduduk yang masih menganggur, pihaknya harus mengubah paradigma masyarakat. Yaitu banyak penduduk usia kerja yang sudah bekerja di rumah, seperti menggarap sawah, berternak atau membantu usaha warung orang tua dianggap masih menganggur.

“Jadi banyak yang merasa bahwa mereka sebenarnya sudah bekerja, tapi masih merasa belum bekerja. Pertama, kami harus mengubah mindset tersebut,” ujarnya.

Sementara, adanya pelatihan kerja yang dilakukannya tiap tahun, diakui kurang efektif. Sebab, banyak pelamar pelatihan kerja yang tidak sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Ia mencontohkan, seperti pelamar pelatihan kerja ingin masuk otomotif, tapi di rumahnya mempunyai usaha jahit. Ketika keluar dari pelatihan, mereka malah ingin bekerja menjahit.

“Kami akan perbaiki itu dulu, mereka akan kami seleksi dulu. Kami sesuaikan dengan minat dan bakat. Jangan sampai mereka inginnya bekerja apa, tapi latihannya lain lagi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Bangkalan Tamar Djaja menambahkan, angka 5,4 persen tersebut merupakan angka penganggur terbuka. Artinya, yang Disnaker ketahui saat di lapangan. Untuk pengangguran tertutup, seseorang yang bekerja di keluarganya.

“Tapi sebetulnya penganggur tertutup ini sudah bekerja, meski hanya membantu orang tuanya, atau mengelola sawah. Jadi tidak dihitung sebagai pengangguran,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *