Jumlah Pokdarwis di Sumenep Tak Ideal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBRNAH: Untuk menjadi efektif, pengembangan wisata perlu penambahan pokdarwis 

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Jumlah kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Sumenep dinilai tidak ideal. Sebab, dari sekian wisata masih terdapat wisata yang belum dikelola oleh pokdarwis. Sehingga legislatif menekan agar pemerintah daerah perlu melakukan penambahan pegiat wisata tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Bambang Irianto mengatakan, pokdarwis memang butuh penambahan. Sehingga, pengelolaan wisata berjalan normal. Saat ini masih ada 17 pokdarwis. Idealnya masing-masing wisata ada pokdarwisnya,” katanya Minggu (17/01/2021)

Dikatakan Bambang (sapaan akrabnya), sebagian pokdarwis tersebar di daerah kecamatan daratan dan kepulauan. Misalnya, ada di Pantai Lombang Kecamatan Batang-batang, Wisata di Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kecamatan/Pulau Masalembu dan di dua pokdarwis di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean serta lainnya. 

“Paling tidak memang ada penambahan. Setidaknya ada 7-10 lagi,” ucapnya. 

Dirinya berjanji akan melakukan sosialisasi pada pemerintah desa. Agar menginstruksikan pada perangkat desa maupun pihak yang berkompeten di bidang pengembangan wisata untuk direkrut. 

“Akan kami usahakan. Sebab sangat berdampak pada pengembangan wisata,” tegasnya. 

Pihaknya terus mendorong masyarakat untuk terus melakukan terobosan baru di bidang pariwisata. Selagi bisa membantu, Bambang berjanji akan memfasilitasi demi tumbuhnya pariwisata di Kota Keris. 

“Pengembangan wisata itu bisa berdampak pada sektor perekonomian masyarakat, dan itu yang kami inginkan,” paparnya.

Sebenarnya, pokdarwis sudah terbentuk maksimal. Tetapi, ada sebagian yang sudah berhenti. Ada banyak faktor pokdarwis berhenti. Salah satunya karena sumber daya manusia (SDM) yang masih relatif rendah. Dia juga menyalahkan ketidakseriusan pokdarwis dalam menjalankan program pengembangan wisata yang sudah ada. 

“Mengenai pokdarwis memang harus butuh pembinaan dan butuh anggaran pula,” ucapnya. 

Kepala seksi (Kasi) Pemberdayaan Sumber Daya Pariwisata Disparbudpora Sumenep Bambang Hidayanto Susilo mengatakan, jika pihaknya memiliki tanggung jawab memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pokdarwis. Dengan demikian diharapkan banyak wisata yang saat sudah berkembang. “Pembinaan dilakukan sepanjang tahun secara terus menerus agar semua pokdarwis dapat memahami serta memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujar dia. 

Sementara itu, Anggota IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, upaya pengembangan tempat wisata tidak lepas dari pokdarwis. Sehingga, Disparbudpora punya tanggung jawab mengenai pengembangan wisata. Oleh karena itu, tenaga yang kurang harus dilengkapi. “SDM memang perlu ada penambahan,”pungkasanya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *